Bagikan:

HRW Desak Qanun Jinayah di Aceh Dibatalkan

LSM Human Rights Watch mendesak pemerintah Indonesia dan Provinsi Aceh membatalkan dua hukum Islam yang diterapkan di provinsi itu karena dianggap melanggar HAM.

INTERNASIONAL

Kamis, 02 Okt 2014 09:33 WIB

Author

Antonius Eko

HRW Desak Qanun Jinayah di Aceh Dibatalkan

HRW, aceh, diskriminasi

LSM Human Rights Watch mendesak pemerintah Indonesia dan Provinsi Aceh membatalkan dua hukum Islam yang diterapkan di provinsi itu karena dianggap melanggar HAM. 


Pada 27 September lalu, DPR Aceh menyetujui Qanun Jinayah yang bisa menciptakan diskriminasi yang tak ada dalam hukum pidana. Qanun, yang juga berlaku untuk non-Muslim, bakal mengkriminalisasi para pelaku hubungan sejenis. Mereka yang dianggap bersalah bisa dihukum 100 cambukan dan penjara sampai 100 bulan. Sementara pelaku zina bisa kena 100 cambukan. 


Wakil Direktur HRW Asia, Phelim Kine menyatakan, hukum ini bertentangan dengan kebebasan berekspresi dan beragama serta perlindungan hak-hak pribadi. 


”Kriminalisasi para pelaku hubungan sejenis adalah sebuah kemunduran dan pemerintah Indonesia harus membatalkannya. Hukuman cambuk sudah tak bsia diterapkan lagi saat ini,” tambahnya. 


Human Rights Watch menentang semua kebijakan yang diskriminatif dan melanggar hak-hak dasar manusia. Qanun Jinayah ini tak hanya berlaku untuk mayoritas Muslim di Aceh, tapi juga bisa diterapkan pada 90 ribu warga non-Muslim, sebagian besar Kristen dan Budha, serta turis asing dan domestik yang berkunjung. 


Hukum itu melarang tindakan sodomi dan lesbian. Selain itu, pelaku perkosaan bisa bebas jika mereka bersumpah dalam nama Tuhan sebanyak lima kali. 


HRW  mendesak pemerintah setempat membatalkan Qanun Jinayah. Gubernur Zaini Abdullah juga harus melarang polisi Syariah untuk menangkap dan menahan orang-orang yang dianggap melanggar aturan itu. 


Presiden terpilih Jokowi, yang akan dilantik pada 20 Oktober, harus menugaskan Kementerian Dalam Negeri untuk meneliti ulang aturan-aturan lokal yang diskriminatif dan membatalkannya. 


Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Subsidi dan Tata Kelola Pupuk Indonesia

Most Popular / Trending