NASIONAL

Mendagri Minta Pemda Cegah Penimbunan Bawang Putih

""Kekhawatiran kita ada yang menahan harganya atau memang menahan importasi supaya memang tidak cukup sehingga harga naik ,""

Heru Haetami

bawang putih
Ilustrasi pedagang bawang putih di pasar tradisional di Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu, (26/4/2017) (FOTO: ANTARA)

KBR, Jakarta- Pemerintah memperkuat pengawasan distribusi dan impor bawang putih. Menteri Dalam Negeri Mendagri Tito Karnavian mengatakan, hal itu bertujuan untuk mencegah permainan harga bawang putih. Ia meminta pemda cegah penimbunan bawang putih. 

“Kekhawatiran kita ada yang menahan harganya atau memang menahan importasi supaya memang tidak cukup sehingga harga naik yang diuntungkan adalah para pedagang tertentu. Ini perlu kita waspadai dan saya mohon betul dukungan dari satgas pangan Polri terutama dan dari Kejaksaan untuk bisa membantu untuk pengawasan mulai dari importasi sampai distribusi,” kata Tito dalam rapat pengendalian inflasi, Senin, (21/8/2023).

Menteri Tito menyebut kementerian dan lembaga terkait sudah mengadakan rapat khusus membahas persoalan bawang putih itu. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), ia menyampaikan sepanjang tahun 2021 hingga 2022 harga bawang putih masih stabil, namun akhirnya melonjak pada tahun ini.

Baca juga:

Tito meminta para kepala daerah melaporkan temuan permasalahan pada proses distribusi, tidak hanya pangan melainkan komoditas lainnya.

"Tolong bantu juga untuk pemerintah provinsinya bisa melihat akar permasalahan apa, komoditasnya atau ada masalah di distribusi atau supply- nya yang kurang, kemudian dijadikan jalan keluar." katanya.

Penyumbang Inflasi 22023

Pada kesempatan yang sama, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengungkap harga rata-rata nasional komoditas bawang putih jenis Honan sebesar Rp40.400 per kilogram. Kepala Satgas Pangan Polri, Whisnu Hermawan Februanto mengatakan, bawang putih ini telah memberikan andil inflasi selama tujuh bulan pada tahun 2023.

Menurut Whisnu, kenaikan harga disebabkan pelabuhan pengangkut bawang putih tidak mampu menjangkau seluruh wilayah, sehingga memerlukan tambahan biaya distribusi. Kondisi ini diperparah dengan tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah wilayah, meliputi Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Papua, hingga Papua Barat.

Baca juga:

"Untuk ketahanan stok kita bisa cukup untuk 2,64 bulan ke depan. Sementara alokasi pasokan impor yang telah diberikan kepada pelaku usaha dan seterusnya 270.974 ton, realisasi 240.214 ton, kekurangan kita 429.543 ribu ton. Seharusnya realisasi kita sudah mencapai 334.874 ton," ucap Whisnu , Senin, (21/8/2023).

Kepala Satgas Pangan Polri, Whisnu Hermawan Februanto mengeklaim telah mengundang pelaku usaha yang menerima Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH), khususnya yang mempunyai wajib tanam lima persen. Satgas Pangan Polri juga memeriksa gudang-gudang untuk mengendalikan harga dan menjamin pasokan bawang putih di tanah air.

Editor: Muthia Kusuma

  • Harga Bawang Putih
  • Bawang Putih
  • Inflasi
  • Komoditas Pangan
  • Satgas Pangan Polri
  • Menteri Tito Karnavian

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!