NASIONAL

Respons Bahlil Lahadalia di Konflik Rempang Eco City

"Bahlil menyebut permasalahan di Rempang, harus segera diselesaikan dengan baik. Bersama menteri lain, dia pun berjanji akan turun ke lapangan untuk membantu menyelesaikan masalah di Rempang Batam."

AUTHOR / Astri Septiani

 Respons Bahlil Lahadalia di Kasus Rempang Eco City
Polisi menembakkan gas air mata saat membubarkan unjuk rasa warga Pulau Rempang di Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepri, Senin (11/09/23).(Antara/Teguh)

KBR, Jakarta- Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebut ada tiga poin yang diduga menjadi permasalahan di pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau.

Poin pertamanya, kata dia, yakni masalah sosialisasi kepada masyarakat yang belum berjalan dengan baik.

"Kemarin bawa presiden sudah memerintahkan kepada saya untuk turun langsung. Ya itu memang tanggung jawab sebagai menteri yang dari anak kampung. Waktu saya turun itu pun saya sempat ditemui oleh rakyat. Ya bertemu kecil-kecilan lah. Saya temui mereka. Tapi baik kok orang. Insyaallah kalau kita ngomong baik-baik mereka punya hati kok. Mereka juga ngomong baik," kata Bahlil saat rapat kerja dengan komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/9/2023).

Bahlil menjelaskan dalam poin kedua, permasalahan juga muncul lantaran ada enam perusahaan di wilayah Rempang yang dicabut izinnya karena ada kekeliruan prosedur. Kemudian di poin ketiga, Bahlil mengungkapkan bahwa tak semua negara senang dengan Indonesia jika proyek investasi yang sedang dikerjakan ini berjalan.

"Dulu waktu kita zamannya BP Batam dibuat untuk menjadi kawasan ini untuk menjadikan mengimbangi Singapura. Saya mau tanya, apa sih yang terjadi sekarang? harusnya kita berpikir ada apa dibalik ini semua? Setiap kita membangun besar di sana ada aja, ada aja," tutur Bahlil.

Bahlil menyebut permasalahan di Rempang, harus segera diselesaikan dengan baik. Bersama menteri lain, dia pun berjanji akan turun ke lapangan untuk membantu menyelesaikan masalah di Rempang, Batam.

"Kalau yang punya hak, kita apresiasi tapi kalau yang tidak punya hak tapi merasa lebih berhak, negara nggak boleh kalah juga dari yang begini-begini. Enggak bisa dong kalau kita mau pakai rayuan terus manis terus kita seminar aja semua. Enggak ada urusan investasi semuanya mulus," jelas Bahlil.

Baca juga:

- Konflik Pulau Rempang Eco, Jokowi Utus Bahlil

- Konflik Pulau Rempang Eco, Kami Dibunuh Perlahan

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengutus Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, ke Batam, Kepulauan Riau. Jokowi menugaskan Bahlil untuk menyelesaikan pembangunan proyek strategis nasional (PSN) Rempang Eco-City di Batam, Kepulauan Riau yang mendapat penolakan warga.

"Mungkin besok atau lusa, Pak Menteri Bahlil akan kesana memberikan penjelasan mengenai itu" kata Jokowi di Cilegon, Banten, Selasa (12/9/2023).

Presiden Jokowi menilai kericuhan yang terjadi di Rempang akibat kurangnya komunikasi dengan warga-warga terdampak.

Padahal, Jokowi mengeklaim, pemerintah sudah bersepakat akan memberikan lahan relokasi masing-masing seluas 500 meter plus bangunan tipe 45.

Jokowi menilai bentrok di Rempang sebagai bentuk komunikasi yang tak baik. Menurutnya, harus ada diskusi dan pendekatan kepada warga sebelum eksekusi lahan.

Editor: Resky Novianto

  • Rempang Eco-City
  • Pulau Rempang
  • Bahlil Lahadalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!