NASIONAL

Kunjungi Korban Lahar Dingin Gunung Marapi, Jokowi: Tambah Sabo Dam

"Jokowi mengatakan, ada seratusan korban yang setuju atas rencana relokasi itu."

AUTHOR / Muthia Kusuma, Astri Yuanasari

marapi
Erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat. (Foto: ANTARA/HO)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menambah jumlah sabo dam di wilayah Sumatera Barat. Hal ini sebagai upaya mencegah bencana banjir lahar hujan (galodo) di wilayah tersebut.

"Untuk urusan lahar dingin, betul ini memang setelah dihitung oleh kementerian PU dibutuhkan sabo dam 56. Yang ada sekarang baru dua, sehingga diperlukan tambahan lagi yang banyak, dan saya perintahkan tahun ini harus dimulai. Terutama di tempat-tempat yang sangat penting, ada enam segera harus dimulai," kata Jokowi dalam keterangan pers dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (21/5/2024).

Sabo dam merupakan bangunan sumber daya air yang berfungsi untuk mengendalikan aliran sedimen terjadi di daerah vulkanik maupun non-vulkanik agar tidak menimbulkan bencana. Bangunan itu berfungsi untuk menahan sementara lahar yang akan turun dari hulu ke hilir.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengungkap rencana relokasi 159 rumah yang rusak berat akibat terdampak banjir lahar dingin Gunung Marapi, Sumatra Barat, Sabtu, (11/5/2024).

Jokowi mengatakan, ada seratusan korban yang setuju atas rencana relokasi itu.

Dia menegaskan, ratusan rumah rusak itu berada di jalur bahaya, sehingga pemerintah tidak mungkin membiarkan penduduk setempat kembali membangun di tempat itu.

"Kemudian yang rumahnya rusak untuk menenangkan beliau-beliau masyarakat, akan segera bantuannya diberikan dan juga dimulai pembangunannya. Tetapi sekali lagi dengan catatan lahan untuk relokasi sudah ditetapkan dari Pak Bupati," ucap Jokowi di Bukit Batabuah, hari ini.

Presiden Joko Widodo menambahkan, pemerintah akan mempercepat pembangunan sabo dam sebagai upaya mitigasi lahar dingin. Pembangunan itu diperkirakan membutuhkan anggaran mencapai 1,3 triliun rupiah.

Jokowi mencatat, saat ini hanya ada dua dari total 56 sabo dam yang dibutuhkan untuk mitigasi lahar dingin atau galodo.

Selain pembangunan sabo dam, Presiden juga memastikan akan segera merampungkan pembangunan infrastruktur daerah, seperti jalan dan jembatan.

"Mengenai korban yang belum ketemu, agar diupayakan. Kemudian juga masalah logistik harian untuk para pengungsi saya lihat masih baik. Logistiknya tiga kedepan juga masih cukup," imbuhnya.

Baca juga:

* Korban Banjir Bandang Sumbar Kekurangan Bantuan Logistik dan Obat-obatan

* Galodo di Sumbar, DPR: Pemerintah Belum Alokasikan Anggaran Mitigasi Bencana

Editor: Fadli

  • Sumatera Barat
  • BNPB
  • banjir bandang
  • lahar dingin

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!