indeks
Healing dengan Journaling

Kadang di kepala kita rasanya berat banget, tetapi ketika mulai ditulis, rasanya lebih lega (Psikologi klinis Mutiara Maharini)

Penulis: Astri Septiani, Wydia Angga

Editor: Ninik Yuniati

Audio ini dihasilkan oleh AI
Google News
Lima wanita muda berdiskusi di studio podcast KBR dengan mikrofon, terlihat dalam acara Disko.

KBR, Jakarta - Apakah kamu pernah merasa isi kepala seperti benang kusut? Mau curhat kok sungkan, tetapi kalau dipendam sendiri malah bikin sesak. Solusinya bisa sesederhana melakukan journaling, menempel stiker, dan menulis di atas kertas. 

Aktivitas journaling adalah menulis secara rutin soal apa yang dipikirkan, apa yang dirasakan, apa yang dialami, hingga soal refleksi diri. 

Psikolog klinis dan host podcast DISKO Mutiara Maharini menjelaskan, journaling dapat membantu menurunkan stres dan kadar kortisol (hormon stres).

"Kadang di kepala kita, emosi tuh rasanya berat banget. Ini kayak masalah hidup 10 ton gitu di kepala. Tetapi ketika kita mulai tulis, pas sudah selesai jurnalnya, rasanya lebih lega. Yang tadinya 10 ton jadi 10 kilo lah. Tentu berat cuma lebih manageable," kata Mahari dalam episode Journaling Bikin Healing? | Podcast DISKO di Mujigae Resto yang diunggah di Youtube KBR Media, 11 Februari 2026.

Kegiatan journaling juga bisa kamu manfaatkan untuk menata prioritas hidup. Pendiri (founder) komunitas Relung Jiwa Kreatif (Reaktif) Ulfah Mawaddah bercerita, bagaimana journaling membantunya mengenal diri sendiri dan passion-nya, bagaimana journaling mengubah hidupnya.

"Dulu pertama kali journaling aku langsung bikin semacam bucket list yang ingin aku capai. Delapan dari sepuluhnya tercapai. Jadi the magic behind journaling terasa banget,” kata Ulfah.

Ulfah bilang, tak ada pakem dalam journaling. Siapa saja boleh melakukannya, tidak dibutuhkan bakat tertentu. 

Yang terpenting dalam journaling bukanlah seberapa cantik hasilnya, melainkan proses refleksi diri.

"Seburuk apapun semesta memperlakukan kita, itu tidak penting. Yang terpenting adalah sebijaksana apa kita bisa merespons, bagaimana kita bereaksi atas segala hal yang menimpa kita,” Ulfah menekankan.

Baca Juga:

Grooming: Manipulasi Pikiran di Balik 'Sayang' dan Perhatian

Bahagia Nggak Instan, Dibangun Pelan-Pelan

Journaling seru bareng komunitas

Bagi kamu yang ingin mencoba journaling, tetapi bingung bagaimana memulainya, bisa join komunitas seperti Reaktif. Kamu bisa sharing seputar pengalaman dan tips-tips journaling

Mahari bilang, journaling bersama komunitas bisa jadi awal yang baik, karena pasti terjalin interaksi yang alami dengan anggota atau peserta lain. 

Pilih juga tempat yang nyaman untuk journaling bareng, seperti yang dilakukan Podcast DISKO bersama komunitas Reaktif di Resto Mujigae, Ciwalk, Bandung yang punya berbagai menu hidangan Korea. 

Aneka hidangan Korea seperti Bibimbap Beef Bulgogi, Kimchi Jigae, Japchae, Mandu, dan Kimchi tersaji menarik untuk liputan berita kuliner.
Menu makanan di Mujigae Resto. Foto: KBR
Advertisement image

Mau lihat keseruan journaling sambil deeptalk? Saksikan selengkapnya di Podcast Disko (Diskusi Psikologi) episode Journaling Bikin Healing? | Podcast DISKO di Mujigae Resto di Youtube KBR Media berikut:

Podcast Disko
mental health
kesehatan mental
komunitas
journaling


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Loading...