Cerita individu ragam gender dipaksa konversi oleh keluarga lewat berbagai cara, sampai harus melakukan kekerasan seksual
"Dibilang trauma, ya trauma, tapi kita enggak cukup menyimpan trauma aja ya kan," kata Yuni
"Di situ, (saya) disuruh tanda tangan untuk membubarkan Jalsah. Yang kedua (saya) dituntut untuk tidak melakukan kegiatan (Ahmadiyah) apa pun."
“Ya susah banget. Setiap hari pokoknya selalu mikir bagaimana buat makan.”
"Ini bukan program, tapi proyek MBG, karena syarat, prosedurnya susah" (Hermawati Setyoriny - Ketua Asosiasi IUMKM Indonesia)
"Terapi konversi adalah bentuk penyiksaan, penghukuman yang kejam dan tidak manusiawi, merendahkan martabat manusia karena ada upaya paksa" (Dahlia Madanih - Komnas Perempuan)
“Fasilitas di sini oke lah mungkin, ya, dibandingkan dengan lembaga lain, tetapi kasih sayang, saya berani mengatakan enggak ada. Maksudnya mungkin hanya 10-20 persen."
"Saya tidak habis pikir, orang tuanya itu gimana, pasti yang namanya jual beli dari orang tua ini salah satunya melibatkan orang tua anak, orang tua kandung. Kenapa harus anak yang jadi korban."
Program Makan Bergizi Gratis beranggaran jumbo, tetapi buruk tata kelola, berujung petaka
“Bisa saja nanti si Kopdes dan si kepala desanya menggunakan otoritasnya. Semua sekarang pesannya harus melalui desa. Nah, itu yang bahaya banget.”