NASIONAL

Pasca-IPO, Pertamina Geothermal Bakal Fokus Garap Energi Terbarukan

"Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) bakal fokus menggarap potensi energi terbarukan atau renewable energy untuk pengembangan bisnis panas bumi."

Resky Novianto

Pasca-IPO, Pertamina Geothermal Bakal Fokus Garap Energi Terbarukan
Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (ANTARA/HO.PLN)

KBR, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) bakal fokus menggarap potensi energi terbarukan atau renewable energy untuk pengembangan bisnis panas bumi.

Hal itu ditegaskan Erick menyusul penawaran umum perdana saham (IPO) pada tanggal 25 Februari lalu, dimana PGE meraup dana segar hingga Rp9 triliun atau terbesar kelima di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Ini tentu kenapa kita lakukan hal seperti ini karena kita ingin mengkonsolidasi daripada potensi renewable energy Indonesia, di mana geotermal itu 24 Giga Watt (GW) secara potensi dan kalau kita lihat juga kalau bicara yang bicara base slot itu hanya geotermal dan juga tenaga air yang lainnya itu intermitten (tidak terputus, red) seperti angin dan matahari karena itu sangat diperlukan," kata Erick dalam Raker di Komisi VI DPR RI, Jakarta, Senin (20/3/2023).

Erick menambahkan, Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan kini tengah membahas rencana merger PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, (PGE), PT PLN Gas & Geothermal, dan PT Geo Dipa Energi (Persero).

Baca juga:

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan penggabungan anak usaha BUMN energi dan Geo Dipa di bawah Kemenkeu kemungkinan disetujui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. 

Ia menyebut sebagai sumber energi yang tidak terputus (intermitten), geotermal sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

"Di mana aset-aset yang sedang kita bicarakan tentu aset yang ada di Kemenkeu yang sudah dalam tahap pembicaraan dan sepertinya terbuka untuk dikonsolidasikan," pungkasnya.

Editor: Agus Luqman

  • PGE
  • Erick Thohir
  • Bumn
  • energi terbarukan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!