NASIONAL

Panglima TNI Minta Jajaran Jaga Netralitas di Pemilu 2024

"Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono meminta jajarannya tetap menjaga netralitas TNI di Pemilu 2024 mendatang."

Panglima TNI Minta Jajaran Jaga Netralitas di Pemilu 2024
Panglima TNI, Yudo Margono

KBR, Jakarta - Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono meminta jajarannya tetap menjaga netralitas TNI di Pemilu 2024 mendatang.

Yudo menekankan seluruh jajarannya untuk tidak ikut terlibat di Pemilu 2024 mendatang. Apalagi sesuai Presiden Joko Widodo meminta seluruh aparatur negara menjaga citranya untuk netral dan tidak berpihak di Pemilu.

"Apa yang kemarin sudah ditekankan oleh bapak Presiden, sehingga ke depan tentunya juga dalam menghadapi Pemilu 2024 nanti, mulai sekarang ini saya tekankan kepada mereka untuk netralitas TNI dan juga tidak ikut dalam politik praktis tadi sesuai dengan penekanan," ujar Yudo Margono, saat konferensi pers, Kamis (9/2/2023).

Panglima TNI, Yudo Margono berharap agar seluruh jajarannya dapat menaati peraturan tersebut.

Sebelumnya, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) memperkirakan, potensi pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara di Pemilu 2024 cukup tinggi.

Baca juga: KASN Duga Potensi Pelanggaran Netralitas ASN di Pemilu 2024 Masih Tinggi

KASN mencatat, sepanjang 2020 hingga 2021, ada 1.600 ASN yang melanggar netralitas.

Asisten Pengawasan Penerapan Nilai Dasar KASN, Iip Ilham Firman mengatakan, komisinya melakukan berbagai cara menyukseskan Pemilu 2024.

"Ada 2 hal yang menyebabkan kemungkinan potensi ini akan tinggi, pertama adalah bahwa faktor bahwa tahun 2024 merupakan kontestasi pemilihan pejabat politik terbesar dalam sejarah RI, yang kedua bahwa faktor-faktor pengaruh krusial pelanggaran netralitas belum banyak mengalami perubahan pasca Pilkada serentak 2020," katanya dalam seminar di Jakarta, akhir Januari lalu.

Editor: Kurniati Syahdan

  • Pemilu 2024
  • kabarpemiluKBR
  • netralitas TNI
  • netralitas ASN
  • Panglima TNI
  • Yudo Margono

Komentar (0)

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!