NASIONAL

Jokowi: Maraknya Kejahatan Digital dari Judi Hingga Hoaks

"Kepala negara berkomitmen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital."

AUTHOR / Wahyu Setiawan

Joko Widodo
Ilustrasi Presiden Joko Widodo saat memberi arahan kepada pejabat di Istana Negara, Kamis, (8/5/2017) (FOTO: ANTARA/Puspa).

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo mengingatkan tantangan di ruang digital semakin besar seiring meningkatnya kejahatan di ruang digital. Ia mengatakan saat ini konten-konten negatif juga terus bermunculan.  Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat memberi sambutan secara virtual di acara Gerakan Literasi Digital di Mabes TNI hari ini.

Baca juga:

"Tantangan di ruang digital semakin besar, sangat besar. Konten-konten negatif terus bermunculan. Kejahatan di ruang digital terus meningkat. Hoaks, penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital, perlu terus diwaspadai. Karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa," kata Jokowi dalam sambutan virtual di acara Gerakan Literasi Digital di Mabes TNI, Selasa (13/6/2023).

Baca juga:

Kepala negara berkomitmen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital. Menurutnya, 12.548 desa/kelurahan akan terjangkau sinyal 4G pada akhir tahun ini. Capaian itu lebih cepat 10 tahun dari rencana semula.  

Seiring dengan pembangunan infrastruktur digital, Presiden berharap masyarakat meningkatkan kecakapan di ruang digital guna mencegah dampak negatif penggunaan internet.

"Internet harus mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, membuat UMKM naik kelas. Sehingga internet bisa memberi nilai tambah ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat," imbuhnya.

Baca juga:

Editor: Muthia Kusuma

  • digital
  • Presiden Jokowi
  • konten negatif
  • perjudian
  • Joko Widodo

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!