NASIONAL

IPHI Tuntut Profesionalisme Petugas Haji

"Khusus untuk melayani jemaah haji lanjut usia, Ismed menyarankan jumlah petugas kesehatan ditambah."

Shafira Aurel

Petugas Haji
Kegiatan ibadah di Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi. (Foto: ANTARA/Yudi Abdullah)

KBR, Jakarta - Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) memberikan masukan kepada Kementerian Agama, demi peningkatan layanan ibadah haji 2023.

Ketua Umum PP IPHI, Ismed Hasan Putro mengatakan, salah satu yang harus diperbaiki adalah profesionalisme petugas haji. Mereka harus memahami semua tugas dan fungsinya, serta tanggap melayani segala kebutuhan jemaah.

"Saya sangat menekankan kepada Kementerian Agama agar petugas haji di tahun 2023 ini itu harus benar-benar orang yang berkompetensi untuk diberangkatkan, dan sudah mengetahui kondisi di tanah suci. Penginapan dan makanan mereka itu tolong betul agar tidak ada yang basi. Penyediaan air minum dan mineral itu juga penting. Kemudian juga ini yang perlu disampaikan Kementerian Indonesia ke Arab Saudi itu mengenai penyediaan toilet," ujar Ismed Hasan, Kepada KBR, Selasa (23/5/2023).

Ismed menambahkan, pemerintah juga harus menambah jumlah toilet untuk jemaah haji perempuan di beberapa lokasi.

Baca juga:

- Besok, Penerbangan Perdana Gelombang Satu Jemaah Haji

- Lebih 24 Ribu Calon Jemaah Haji Belum Lunas, Kemenag akan Alihkan ke Cadangan

Khusus untuk melayani jemaah haji lanjut usia, Ismed menyarankan jumlah petugas kesehatan ditambah.

Living Cost Berkurang

Sebelumnya, operasional Penyelenggaraan Ibadah Haji 2023 dimulai Selasa (23/5/2023). Ditandai dengan mulai masuknya jemaah haji ke delapan embarkasi, termasuk embarkasi Jakarta-Pondok Gede.

Menurut Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Sekretariat Jenderal Kemenag Akhmad Fauzin, pemberangkatan perdana gelombang satu jemaah haji menuju Madinah, Arab Saudi mulai dilaksanakan Rabu (24/5/2023) besok.

Fauzin juga menyebut, jemaah haji tahun ini akan mendapat biaya hidup atau living cost 750 Saudi Riyal atau setara hampir 3 juta Rupiah. Uangnya diserahkan sebelum pemberangkatan atau saat transit di Asrama Haji.

"Sebelum jadwal keberangkatan seluruh jemaah haji akan transit terlebih dahulu di Asrama Haji, kemudian jemaah akan dilakukan cek kesehatan, pemberian gelang identitas, pemberian paspor, visa dan tiket pesawat serta pemberian living cost. Untuk tahun ini, jemaah memperoleh living cost sebanyak 750 riyal," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Akhmad Fauzin saat konferensi pers Penyelenggaraan Ibadah Haji 1444H/2023M secara daring melalui kanal Youtube Kemenag RI (23/5/2023).

Nilai biaya hidup atau living cost jemaah haji tahun ini ditetapkan 750 Saudi Riyal. Angka ini lebih kecil dari yang sebelumnya disampaikan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.

Saat Rapat Kerja dengan Komisi bidang Agama di DPR, Januari lalu, Menteri Agama menyebut biaya hidup atau living cost jemaah haji tahun ini 1000 Saudi Riyal atau lebih dari 4 juta rupiah.

Tahun lalu, living cost diberikan 1500 Saudi Riyal per jemaah haji.

Penurunan living cost ditetapkan dengan pertimbangan pemerintah telah memberikan layanan akomodasi, konsumsi, hingga transportasi para jemaah.

Menanggapi turunnya nilai living cost 2023 ini, Ketua Umum PP IPHI Ismed Hasan Putro menyebut, penetapannya berdasarkan naik-turunnya harga kebutuhan di Arab Saudi. 

"Sangat tergantung sebenarnya dengan beban yang harus ditanggung terkait dengan pemberian ini. Karena kan mungkin ada faktor inflasi dan ada faktor yang lain-lain. Jadi sangat tergantung dengan apa namanya itu, nilai yang berlaku di Arab Saudi. Apa kebutuhannya, dan berapa nilai harganya. Ke depan, saya berharap patokannya jangan harga sesuai Dolar Amerika Serikat, tapi gunakanlah parameter Saudi Riyal. Agar menjadi lebih realistis sesuai kebutuhan dan keperluan para jemaah. Ini juga akan memudahkan bagi Indonesia dan Arab Saudi untuk negosiasi harga melayani kebutuhan jemaah haji saat berada di Tanah Suci," tuturnya kepada KBR (23/5/2023).

Editor: Fadli

  • Haji 2023
  • living cost

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!