NASIONAL

H-2, 72 Ribu Kendaraan Pemudik Lintasi Tol Kalikangkung

"Kepadatan kendaraan pemudik imbas pemberlakuan one way"

Aninda Putri, Astri Septiani, Antara

H-2, 72 Ribu Kendaraan Pemudik Lintasi Tol Kalikangkung
Kepadatan kendaraan saat mudik Lebaran di Pelabuhan Merak, Banten. (Foto: Antara)

KBR, Semarang- Jumlah kendaraan pemudik yang telah melintas di tol Kalikangkung, Kota Semarang, Jawa Tengah mencapai 72 ribu kendaraan atau naik 52 persen.

Menurut Dirlantas Polda Jawa Tengah, Agus Suryo, kenaikan mulai terjadi sejak Selasa (17/04) pasca pemberlakuan jalur satu arah atau one way.

"Hari ini one way hari ketiga masih berlanjut terus, karena perhitungan 2.800 kendaraan perjam. Kapasitasnya masih kita antisipasi terutama nanti di gate tol Krapyak yang masuk ke Semarang, lalu gate tol Banyumanik, Jatingaleh sampai Bawen. Semoga ini yang arah Surabaya sehingga tidak terlalu masuk ke Semarang," ungkap Agus, Kamis (20/04/23).

Agus menuturkan, lonjakan kendaraan pemudik terjadi di hari kedua pemberlakuan one way, yakni sebanyak 4.500 kendaraan yang keluar dari tol Kalikangkung. Agus mengimbau pemudik tetap waspada dan berhati-hati ketika berkendara.

"Kalau lelah tolong istirahat dulu, agar meminimalkan kecelakaan," imbuh Agus.

Sementara itu, Kepala Pos Pengamanan Gerbang Tol Kalikangkung, Rudyanto menuturkan, meski arus kendaraan dari arah Jakarta ke Jawa Tengah melalui tol Kalikangkung padat, tetapi lancar. 

"Kendaraan yang masuk tetap padat, tapi antrean tidak panjang," ucap Rudyanto sebagaimana dikutip dari Antara.

Menurutnya, kelancaran arus ini tak lepas dari kebijakan memaksimalkan seluruh gardu tol. Ditambah pula dengan penggunaan mobile reader untuk mempercepat transaksi.

"Satu gardu bisa ditambah dengan empat mobile reader," katanya.

Rudyanto berujar, pemberlakuan one way masih akan diberlakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Baca juga:

Biar Mudik Tetap Fit

Kasus Covid-19 Kembali Naik, Jokowi: Lengkapi Vaksinasi

Kerja sama

Ketua Komisi V DPR yang membidangi perhubungan, Lasarus, meminta pemerintah bekerja sama dengan semua pihak, termasuk pemudik, untuk memastikan kelancaran mudik Lebaran.

Kata dia, kerja sama ini penting karena menjalankan strategi urai kemacetan maupun cegah kecelakaan tidaklah cukup. Terlebih, ada lonjakan jumlah pemudik tahun ini.

"Pemerintah siapkan mungkin simpul-simpul buat bengkel misalnya, BBM, kemudian titik-titik rawan macet, serta memastikan petugasnya cukup. Kerja sama dengan pemda-pemda yang memang dilalui jalur-jalur padat. Masyarakat juga tentu harus tertib lalu lintas," kata dia saat dihubungi KBR (19/4/23).

Editor: Ninik Yuniati

  • mudik lebaran 2023

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!