NUSANTARA

PVMBG: Waspada Aktivitas Vulkanik Gunung Marapi dan Gamalama

"Lokasi Gunung Gamalama, berdekatan dengan bandara udara setempat. Potensi abu yang dihembuskan oleh gunung api itu dapat mengganggu keselamatan jalur penerbangan."

AUTHOR / Arie Nugraha

Aktivitas vulkanik
Ilustrasi. Foto satelit Gunung Gamalama di Ternate Maluku Utara. (Foto: Google Earth)

KBR, Bandung - Dua gunung api yaitu Marapi di Sumatera Barat dan Gamalama di Ternate, Maluku Utara terus mengalami perubahan aktivitas vulkanik di September 2022.

Meski secara umum status dua gunung berapi itu di level II atau waspada dengan frekuensi kegempaan yang sangat kecil.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Hendra Gunawan mengatakan dengan status itu memang potensi adanya letusan sangat minim. Tetapi tetap berbahaya jika mendekati daerah kawah.

"Dalam bulan September menunjukan adanya sedikit perubahan. Dimana di Gunung Marapi contohnya di daerah puncaknya ada deformasi (perubahan fisik gunung). Pada saat yang sama sangat banyak pendaki yang kesana. Kami mohon juga pendaki ini selalu mendapat informasi dari BPBD atau pemerintah daerah setempat," ujar Hendra dalam keterangan persnya, Bandung, Kamis (6/10/2022).

Baca juga:


Untuk Gunung Gamalama, Hendra mengatakan kerap kali masih terjadi gempa tektonik lokal yang memicu terjadinya letusan freatik yang berakibat semburan abu vulkanik.

Lokasi Gunung Gamalama, berdekatan dengan bandara udara setempat. Potensi abu yang dihembuskan oleh gunung api itu dapat mengganggu keselamatan jalur penerbangan.

"Efek vulkanik yang ditimbulkan oleh Gunung Gamalama berbeda dengan Gunung Marapi. Bukan langsung dari magma di perut gunung, namun dari kejadian gempa tektonik lokal," kata Hendra.

Hendra menambahkan PVMBG juga memantau gunung api lainnya yang berstatus level II selama 24 jam terus-menerus.

Diantaranya Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Kerinci di Sumatera Barat, Dempo di Sumatera Selatan, Bromo di Jawa Timur, Raung di Jawa Timur, Rinjani di NTB, Sangeangapi di NTB, Ile Werung di NTT, Awu di Sulawesi Utara, Karangetang di Sulawesi Utara, Lokon di Sulawesi Utara, Soputan di Sulawesi Utara, Banda Api di Maluku, Dukono di Maluku Utara, dan Gunung Ibu di Maluku Utara.

"Dari 127 gunung api yang dipantau oleh PVMBG, terdapat 70 lebih gunung api tengah mengalami aktivitas vulkanik aktif. Terdapat 4 gunung api dengan status level III atau siaga, yaitu Gunung Api Merapi di DIY, Gunung Api Anak Krakatau di Lampung, Gunung Api Semeru di Jawa Timur, dan Gunung Api Ili Lewotolok di NTT," sebut Hendra.

Hendra mengungkapkan pada status level III atau siaga ini, masyarakat atau warga sekitar gunung api diimbau kewaspadaannya jika terjadi aktivitas vulkanik.

Mereka juga dilarang melakukan kegiatan dalam zona bahaya aktivitas vulkanik yang dapat diketahui dengan melihat peta kawasan rawan bencana (KRB) gunung api yang telah diterbitkan otoritas mitigasi bencana geologi tersebut.

Editor: Agus Luqman

  • gunung api
  • aktivitas vulkanik
  • PVMBG
  • ESDM

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!