NASIONAL

Polri Janji Tindak Polisi yang Lindungi Sindikat TPPO

"Kita akan melakukan tindakan yang tegas, termasuk bila ada oknum anggota Polri yang terlibat."

Ardhi Ridwansyah, Hoirunnisa

Polri Janji Tindak Polisi yang Lindungi Sindikat TPPO
Rilis pengungkapan TPPO di Mapolresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (5/5/2023). ANTARA/Muhammad Iqbal

KBR, Jakarta - Mabes Polri berjanji akan menindak tegas polisi yang turut melindungi pelaku atau sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Juru bicara Mabes Polri Ahmad Ramadhan mengatakan, kepolisian berkomitmen memberantas praktik perdagangan orang.

“Jadi keseriusan ini buat siapa saja yang melakukan praktik-praktik tindak pidana perdagangan orang, kita akan melakukan tindakan yang tegas, termasuk bila ada oknum anggota Polri yang terlibat, kita akan tindak dengan tegas,” kata Ramadhan kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis (8/6/2023).

Ramadhan mengatakan, kepolisian telah membentuk satgas TPPO di lingkup Polri. Satgas itu dipimpin Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Asep Edi Suheri. Sementara wakilnya yakni Kakorbinmas Baharkam Hary Sudjiwanto.

Satgas Polri juga dibentuk di tingkat kepolisian daerah.

“Di seluruh polda, telah dibentuk satgas di daerah, Satgas TPPO dan beberapa daerah telah melaksanakan aksi seperti di Polda Jawa Tengah,” ucap Ramadhan.

Bukan Hal Sulit

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menilai memberantas pelindung atau backing sindikat TPPO bukan hal yang sulit.

"Si pekerja migran ini mereka biasanya menyebut calo-calonya siapa. Nah itu calo kaki tangan, tangkap calo-calo itu, proses hukum dan penjarakan mereka. Pasti mereka akan ngomong, mereka dibiayai oleh siapa, mereka dikendalikan oleh siapa," kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani kepada KBR, Kamis (8/6/2023).

"Kemudian ketika mereka menyebut orang di atasnya, ada bandar ada tekong, penjarakan bandarnya. Nanti dia akan menyebut juga dibiayai oleh siapa dalam praktiknya selama ini. Artinya itu hal yang sangat mudah untuk dilakukan," sambungnya.

Baca juga:

Benny mengatakan, TPPO bukan kejahatan yang bisa berdiri sendiri. Sebab di dalamnya ada bisnis kotor yang perputaran uangnya sangat besar.

Dia menaruh harapan kepada Satgas TPPO yang kini dipimpin Kapolri Listyo Sigit Prabowo sebagai Ketua Harian.

"Nah gugus tugas akan menjadi lebih efektif, lebih punya gigi punya nyali. Dalam satu minggu pasca pertemuan Presiden, kita melihat dan merasakan teman-teman Polri bergerak di seluruh daerah," kata Benny.

Kata Benny, perlu kebijakan hukum yang tidak pandang bulu dengan memenjarakan para bandar TPPO.

Editor: Wahyu S.

  • TPPO
  • Tindak Pidana Perdagangan Orang
  • Mahfud MD
  • BP2MI
  • Polri

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!