NASIONAL

Polisi Musnahkan Dua Hektare Ladang Ganja di Aceh Utara

""Kita berhasil mengamankan 16 ribu batang,”"

AUTHOR / Erwin Jalaludin

Pemusnahan ladang ganja
Pemusnahan ladang ganja seluas dua hektare di Desa Teupin Reusep, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (30/03/23). (Ist/Erwin J.)

KBR, Aceh Utara– Ladang ganja seluas dua hektare ditemukan di perbukitan pedalaman Desa Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (30/3). Ladang narkoba itu dimusnahkan dengan cara dibakar oleh aparat kepolisian.

Kepala Polisi Resort (Kapolres) Aceh Utara, Deden Heksaputera mengatakan, hasil penyidikan sementara hasil ladang ganja itu diduga diselundupkan ke sejumlah provinsi  di  Pulau Sumatra dan Jawa.

Kata Deden, hal ini sesuai pengakuan tersangka bernisial J (30) yang ditangkap petugas kepolisian di tempat kejadian perkara (TKP).

”Alhamdulillah, telah berhasil menemukan dua  titik ladang ganja, yang dimana dari ladang ganja tersebut Kita berhasil mengamankan 16 ribu batang,” kata Deden Heksaputera dalam konferensi pers di Aula Tribatra Mapolres Aceh Utara, Kamis  (30/3) malam.


Baca juga:

Kapolres Aceh Utara, Deden Heksaputera menjelaskan, dalam penggrebekan itu pemilik ladang ganja berhasil meloloskan diri dari aparat kepolisian dengan berstatus buron.

”Ladang ini Kita temukan berkat pengakuan tiga tersangka narkoba yang ditngkap petugas ketika melakukan transaksi di jalan nasional Banda Aceh-Medan pada 21 Maret lalu. Selanjutnya, dikembangkan hingga dilakukanlah penggrebekan ke sarang ladang ganja sekarang ini,” terangnya.

Total pohon ganja yang dimusnahkan itu berjumlah 16 ribu batang. Dengan usia tanaman bervariasi mulai persemaian hingga setinggi 2 Meter atau menjelang masa panen.

Editor: Rony Sitanggang

  • ladang ganja Aceh Utara
  • Kapolres Aceh Utara
  • Deden Heksaputera

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!