BERITA

Kementerian PUPR Usulkan Anggaran Rp100,46 Triliun di 2022

"Pembangunan Rumah Khusus untuk masyarakat terdampak program pemerintah, bencana alam, konflik sosial, petugas di perbatasan 3T. Bantuan Rumah Swadaya tersebar di 34 provinsi"

AUTHOR / Fadli Gaper

Kementerian PUPR Usulkan Anggaran Rp100,46 Triliun di 2022
Suasana rapat kerja Kementerian PUPR dan Komisi V DPR. (Foto: Tangkapan Layar/KBR)

KBR, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengusulkan pagu anggaran tahun depan sebesar Rp100,46 triliun lebih.

Usulan itu disampaikan Basuki saat rapat kerja dengan Komisi V DPR, Rabu (02/06/2021).

Basuki mengatakan, pagu anggaran itu sesuai Surat Bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN-Kepala Bappenas, 29 April lalu.

"Dan Ditjen Perumahan sebesar Rp5 triliun dengan kegiatan prioritas antara lain Pembangunan Rusun Rp1,5 triliun, Rumah Umum dan Komersial Rp200 miliar, Rumah Khusus Rp420 miliar, RUmah Swadaya Rp2,3 triliun, Dukungan Manajemen Lainnya Rp580 miliar. Pembangunan Rumah Khusus untuk masyarakat terdampak program pemerintah, bencana alam, konflik sosial, petugas di perbatasan 3T. Bantuan Rumah Swadaya tersebar di 34 provinsi," katanya di DPR.

Basuki Hadimuljono menambahkan, pagu anggaran di 2022 antara lain meliputi belanja operasional pegawai Rp2,87 triliun, belanja operasional barang Rp2,23 triliun, dan anggaran pendidikan Rp4,56 triliun. Ada juga belanja non-operasional, padat karya, eskalasi atau tunggakan, dan pengadaan lahan non-program strategis nasional sebesar Rp18,64 triliun.

Basuki menambahkan, di tahun depan, Kementerian PUPR akan lebih fokus pada kegiatan-kegiatan prioritas, untuk pemanfaatan infrastruktur yang sudah terbangun.

Editor: Kurniati Syahdan

  • Kementerian PUPR
  • basuki hadimuljono
  • APBN 2022
  • APBN
  • padat karya

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!