NASIONAL

Harga Minyakita Naik, Ini Dugaan KPPU

"Apakah memang niatnya menahan pasokan ini adalah untuk memperkirakan bahwa adanya kenaikan-kenaikan harga menjelang puasa,"

Muthia Kusuma, Heru Haetami

Harga Minyakita Naik, Ini Dugaan KPPU
ilustrasi minyak goreng curah kemasan subsidi, Minyakita

KBR, Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menduga kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng curah kemasan, Minyakita karena masalah distribusi.

KPPU menduga, pelanggaran distribusi itu salah satunya penimbunan atau penahanan stok di gudang distributor dan produsen.

"Termasuk pemberlakuan penjualan bersyarat yang mengakibatkan lonjakan harga di tingkat konsumen," kata Direktur Ekonomi KPPU, Mulyawan Ranamanggala, kepada KBR, Jumat, (17/02/2023).

Mulyawan mengungkapkan, KPPU masih mendalami dugaan pelanggaran Undang-Undang tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

"Bisa jadi ya, makanya kita mendalami. Mengapa ada gangguan distribusi dari Minyakita? Apakah memang niatnya menahan pasokan ini adalah untuk memperkirakan bahwa adanya kenaikan-kenaikan harga menjelang puasa, atau bisa jadi karena ada pertimbangan-pertimbangan lain. Nah ini kita masih mendalami," jelasnya.

KPPU juga mengaku telah menerima laporan soal penurunan produksi CPO Minyakita sejak Desember lalu.

Namun, lanjut Mulyawan, KPPU masih mendalami laporan dan temuan yang diperoleh.

Kemudian, jika KPPU telah mendapatkan hasil kajian yang komprehensif, maka KPUU akan merekomendasikan langkah penegakan hukum.

"KPPU juga akan memberikan rekomendasi terkait kebijakan pemerintah dalam mengimplementasikan distribusi minyak goreng kemasan Minyakita," pungkas Mulyawan Ranamanggala.

Baca juga:

Sebelumnya, Komisi VI DPR menilai pemerintah lemah mengawasi distribusi minyak goreng curah, Minyakita lemah.

Menurut Anggota Komisi VI DPR, Herman Khaeron, lemahnya pengawasan itu yang menyebabkan adanya penimbunan ratusan ton Minyakita.

"Kami mendorong pemerintah cerdas membagi antara kebutuhan dalam negeri, penggunaan biodiesel dan pemenuhan ekspor," imbuhnya.

Editor: Kurniati Syahdan

  • minyakita
  • migor
  • migor curah
  • KPPU
  • DPR
  • distribusi

Komentar (0)

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!