NASIONAL

BMKG Peringatkan Bencana Kekeringan di Semester II 2023

"Bahkan sebagian wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami curah hujan dengan kategori di bawah normal."

AUTHOR / Astri Yuanasari

BMKG Peringatkan Bencana Kekeringan di Semester II 2023
Lahan sawah mengalami kekeringan di Kecamatan Tanah Luas, di Aceh Utara, Jumat (13/1/2023). (FOTO: ANTARA/ Ramad/TOM).

KBR, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bencana kekeringan yang akan melanda Indonesia pada semester dua tahun ini.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, ancaman kekeringan ini disebabkan dua fenomena. Yaitu El Nino dan Indian Ocean Dipole atau naik turunnya suhu permukaan laut di Samudera Hindia yang makin menguat.

"Dapat berdampak pada makin berkurangnya curah hujan di sebagian wilayah Indonesia selama periode musim kemarau ini ya. Bahkan sebagian wilayah Indonesia diprediksi akan mengalami curah hujan dengan kategori di bawah normal, atau lebih kering dari kondisi normalnya," kata Dwikorita dalam keterangan pers, Selasa (6/6/2023).

Dwikorita mengatakan, fenomena El Nino telah mengubah suhu muka air laut di Samudera Pasifik sejak Mei. BMKG memperkirakan dampak El Nino berpotensi menguat dengan peluang lebih dari 80 persen.

"Kalau sampai menyentuh angka 1, berarti El Nino moderat. Sekarang masih 0,8 yang berarti El Nino masih lemah, tetapi muncul tren untuk segera memasuki moderat. Artinya intensitas semakin menguat dengan peluang lebih dari 80 persen," imbuhnya.

Baca juga:

Terkait fenomena Indian Ocean Dipole, saat ini sudah berada di fase menuju positif.

"Kedua fenomena itu bisa terjadi bersamaan di semester dua 2023. Akibatnya curah hujan di sebagian wilayah Indonesia semakin berkurang," kata dia.

Editor: Wahyu S.

  • El Nino
  • kekeringan
  • musim panas
  • bmkg

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!