NASIONAL

Ada 9 Depo BBM dengan Kondisi Dekat Permukiman

Karena itu, dia berharap pembangunan daerah penyangga atau buffer zone bisa dilakukan pada depot-depot milik pertamina tersebut.

AUTHOR / Resky Novianto

depo bbm
Foto udara permukiman penduduk yang hangus terbakar dampak kebakaran Depo Pertamina Plumpang di Jakarta Utara (4/3/2023). (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat)

KBR, Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan, Depo BBM Pertamina Plumpang, Jakarta Utara bukan satu-satunya Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) yang letaknya persis berdekatan dengan permukiman warga.

Nicke menyebut, masih ada sembilan Depo BBM Pertamina berisiko tinggi di wilayah lain yang kondisinya serupa dengan di Plumpang. Karena itu, Nicke berharap, segera dilakukan pembangunan daerah penyangga (buffer zone) di depo-depo tersebut.

Hal itu disampaikan Nicke saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi Bidang Energi DPR RI, Kamis (16/3/2023) di Jakarta.

"Kami sangat berharap, adanya masukan dan memohon support karena kondisi yang seperti Plumpang ini, kalau TBBM ini ada sembilan lagi yang berdekatan dengan warga. Jadi kita harus lakukan (pembangunan buffer zone, red). Karena kemarin, lagi ini, seperti menunda permasalahan begitu ya, karena secara aspek keselamatan ini tidak boleh terjadi," katanya.

Nicke khawatir kejadian kebakaran di Depo BBM Plumpang bisa terjadi juga di TBBM lain jika pembangunan buffer zone tidak segera dilakukan.

Baca juga:

Sopir Tangki Mogok, Alasan Patra Niaga Tak Angkat Jadi Pegawai Tetap

Faisal Basri : Pertamina Lakukan Kecurangan dalam Bisnis Gas 3 Kilogram

Sebelumnya, Nicke menyebut kejadian kebakaran permukiman di sekitar area Depo BBM Pertamina Plumpang Jakarta Utara karena tidak adanya zona penyangga atau buffer zone.

Depo BBM Pertamina Plumpang, Jakarta Utara terbakar pada 3 Maret lalu. Kebakaran merembet ke permukiman sekitar sehingga menyebabkan 23 warga meninggal sementara puluhan lainnya luka-luka.

Editor: Fadli

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!