Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai mengoperasikan angkutan umum (angkot) Berbahan Bakar Gas (BBG). Sedikitnya 50 unit angkot BBG sudah berseliweran di Kota Bogor yang merupakan program CSR dari Petusahaan Gas Negara (PGN)
Penulis: Rafik Maeilana
Editor:

KBR, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai mengoperasikan angkutan umum (angkot) Berbahan Bakar Gas (BBG). Sedikitnya 50 unit angkot BBG sudah berseliweran di Kota Bogor yang merupakan program CSR dari Petusahaan Gas Negara (PGN)
Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, mulai banyak permintaan dari para pemilik angkot untuk menjadikan angkotnya berbahan bakar gas. Karena beberapa pengusaha mengaku angkot BBG lebih efisien, ramah lingkungan dan hemat.
"Nah, ada permintaan untuk penambahan angkot BBG. Kita sedang bicarakan dulu karena ini menyangkut kesiapan dari teman-teman PGN juga. Karena converter kid-nya perlu biaya," katanya saat ditemui KBR di Balai Kota Bogor, Kamis (06/11)
Bima Arya menambahkan, saat ini baru ada satu stasiun pengisian gas yang berada di Jalan Merdeka. Namun pihaknya sudah menyiapkan 6 titik lagi agar stasiun pengisian bahan bakar gas yang ada tidak over load.
Selain angkot BBG, Pemkot Bogor juga sedang mengkaji angkot listrik. Saat ini sudah ada satu angkot listrik sebagai pilot project di Kota Bogor. Namun karena harganya sangat tinggi, Pemkot Bogor akan mengedepankan angkot BBG.
"Kalau listrik sulit yah, masih harus banyak yang dikaji lagi. Jadi kita kedepankan angkot BBG dulu," pungkasnya.
Editor: Antonius Eko