RAGAMADV

Aksi Nyata Hadapi Krisis Iklim, Mahasiswa Bergerak Gandeng Dompet Dhuafa

"Kegiatan diisi dengan workshop eco-enzime, bersih sampah di Situ Bungur, Tangerang Selatan dan menanam belasan pohon produktif yang bisa dimanfaatkan masyarakat, antara lain mangga dan Ketapang."

DIPERSEMBAHKAN OLEH Dompet Dhuafa / Paul M Nuh

EDITOR / Paul M Nuh

Aksi Nyata Hadapi Krisis Iklim, Mahasiswa Bergerak Gandeng Dompet Dhuafa
Kegiatan bersih sampah di Situ Bungur, Tangerang Selatan. (foto: Dompet Dhuafa).

KBR, Tangerang Selatan - Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan Kembara Insani Ibnu Batuttah (KMPLHK RANITA) gandeng Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) gelar Workshop Eco Enzym bersama puluhan pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum di kantor DMC Dompet Dhuafa, Tangerang Banten, Jumat, 7 Juni 2024.

Menurut Nida Luthfyana Firdaus selaku Ketua Pelaksana Acara yang juga merupakan mantan Ketua Umum KMPLHK RANITA,kegiatan yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup ini bertujuan untuk Meningkatkan kesadaran lingkungan serta edukasi akan pentingnya pelestarian lingkungan.

Eco enzyme adalah cairan serbaguna yang dihasilkan dari fermentasi limbah organik, khususnya sisa buah dan sayuran, gula (baik gula merah, gula putih, atau molase), dan air.

Kegiatan dilanjutkan dengan bersih sampah di Situ Bungur, Tangerang Selatan. Selain itu, tim juga menanam belasan pohon produktif yang bisa dimanfaatkan masyarakat, antara lain mangga dan Ketapang.

”Jumat ini ada tiga kegiatan utama, pertama pelatihan membuat eco enzym, kedua penanaman pohon produktif, ketiga aksi clean up,” ujar Ahmad Baikhaki selaku Manager Kesiapsiagaan dan Mitigasi Adaptasi Perubahan Iklim DMC Dompet Dhuafa saat ditemui di sela-sela aksi penanaman pohon.

Lapangan Parkir Aula SC UIN Syarif Hidayatullah menjadi tempat untuk event berikutnya di tanggal 10 Juni 2024. Kegiatan diisi orasi lingkungan, musikalisasi puisi dan pameran foto lingkungan.

Orasi lingkungan menghadirkan cendekiawan Yudi Latif, budayawan Prof. Oman Fathurrahman, Penggiat Lingkungan Panca Yudha Dirgantara, Manager Kampanye Pesisir dan Laut WALHI Nasional Parid Ridwanuddin, dan masyarakat dari Dusun Timbulsloko.

Dusun Timbulsloko di kecamatan Sayung, Demak, Jawa Tengah merupakan wilayah yang terdampak abrasi air laut. Air laut telah memasuki rumah-rumah warga Timbulsloko, hal ini akhirnya yang membuat mereka mengalihkan rumah mereka menjadi rumah panggung dengan ketinggian mencapai 2 meter lebih.

Baca juga: DMC Dompet Dhuafa Gencarkan Edukasi Siaga Bencana Gempa dan Tsunami di Malingping, Lebak, Banten

  • krisis iklim
  • lingkungan hidup

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!