Penulis: Rumondang Nainggolan
Editor:

KBR68H, Jakarta - Pengungsi Syiah di GOR Sampang, Jawa Timur mengaku tidak antusias mengikuti pilkada hari ini.
Anggota Tim Kuasa Hukum pengungsi Syiah Hertasning
mengatakan, pengungsi sadar mereka adalah korban dari kepentingan politik
sejumlah pihak di Sampang, termasuk para calon yang bersaing di Pilkada. Namun,
menurut Hertasning, pengungsi tetap dibebaskan untuk menyampaikan haknya.
"Isu tentang sektarianisme, isu
tentang ras, isu tentang syiah, isu tentang apa yang sesat dan tidak sesat
itukan nampak jelas, dalam kasus Sampang itu jualan. Dan bagaimana itu kemudian
mendongkrak popularitas, simpati, menumbuhkan kembali pamor para kyai. Juga
kemudian menjadi alat bagi para calon di sana, bahkan bupati incumbent untuk
mempermainkan ini menjadi isu yang bisa mengumpulkan atau menghasilkan vote
(suara)," ungkap Hertasning.
Anggota Tim Kuasa Hukum pengungsi Syiah Hertasning. Pilkada Kabupaten Sampang
berlangsung hari ini. Ada enam pasangan yang bertarung dalam pilkada kali ini.
Pemilik hak suara diantaranya adalah 100an pengungsi Syiah yang hingga kini
masih berada di GOR Sampang. Mereka adalah korban penyerangan massa anti Syiah
di Dusun Nankernang, Karanggayam, Sampang, September lalu. Penyerangan ini
merupakan insiden penyerangan kedua dari kelompok anti Syiah. KPU mencatat ada
lebih dari 80 dari mereka yang memiliki hak pilih.