NASIONAL

Mudik 2024, 94,2 Persen Jalan Nasional Siap Digunakan

""Tahun ini insyaalah akan ada jalan tol yang dapat dilalui secara fungsional""

AUTHOR / Astri Yuanasari

Arus mudik 2024
Mudik 2024, kendaraan melintasi jalan tol fungsional Solo-Yogyakarta di Klaten, Jateng, Selasa (02/04/24).(Antara/Aloysius Jarot)

KBR, Jakarta- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, kondisi kemantapan jalan nasional di seluruh Indonesia sebesar 94,2 persen untuk mendukung transportasi darat selama periode mudik Lebaran 2024. Basuki merinci, jalan nasional non tol sepanjang lebih 47 ribu kilometer, dan jalan tol sepanjang lebih dari tiga ribu kilometer.

"Semuanya itu terdiri dari jalan tol operasional sepanjang 2.835 km baik di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali dan Sulawesi. Tahun ini insyaalah akan ada jalan tol yang dapat dilalui secara fungsional, sudah rigid pavement (perkerasan kaku) semua, hanya belum dioperasikan secara resmi," kata Basuki dalam rapat kerja Persiapan Mudik dengan Komisi V DPR RI, Selasa (2/4/2024).

Basuki menjelaskan, untuk jalan tol fungsional terdiri dari tujuh ruas sepanjang 185 kilometer. Basuki merinci, sepanjang 134,6 kilometer ada di Pulau Sumatera dan 50,4 kilometer di Pulau Jawa.

Basuki menyebut, jalan tol fungsional sudah dapat difungsikan pada H-7 atau pada 4 April 2024 hingga H+7 pada 16 April 2024.

Baca juga:

Berdasarkan survei Kemenhub, sebanyak 71,7 persen warga Indonesia atau 193 juta orang akan mudik pada Lebaran 2024. Dari survei tersebut, lebih 100 juta orang diprediksi menggunakan jalur darat, dengan rincian bus 37,5 juta orang, mobil pribadi 35.42 juta orang, dan motor 31,12 juta orang.

Editor: Rony Sitanggang

  • Lebaran 2024
  • mudik lebaran
  • Idulfitri 2024
  • Arus Mudik
  • mudik 2024
  • jalan nasional

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!