NASIONAL

Jokowi Minta Pengembangan Ekosistem Baterai Listrik Dipercepat

"Jadi arahan Bapak Presiden jelas minta dipercepat, di bulan September harus semuanya sudah selesai."

AUTHOR / Heru Haetami

Jokowi Minta Pengembangan Ekosistem Baterai Listrik Dipercepat
Presiden Jokowi memberikan arahan saat rapat terbatas evaluasi pelaksanaan KTT G20 di Jakarta, Senin (28/11/22). (Foto: Youtube Setpres)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo memerintahkan agar pembangunan ekosistem baterai listrik dipercepat. Hal itu disampaikan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, usai rapat di Istana Merdeka, hari ini.

Bahlil mengatakan pembangunan itu akan mengandalkan investasi dari Inggris.

"Kita akan melakukan percepatan karena investasi ini akan dibangun dalam kawasan industri yang green energy, akan memakai tenaga angin di Sulawesi, di Bantaeng," jelas Bahlil.

Bahlil mengatakan, Jokowi menginstruksikan agar proses administrasi pengembangan baterai listrik lebih dipercepat. Jokowi juga mengingatkan agar percepatan tetap dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Negara ini terlalu banyak kajian sampai kemudian hal-hal prinsip kita lupa. Jadi arahan Bapak Presiden jelas minta dipercepat, di Bulan September harus semuanya sudah selesai," kata Bahlil.

Baca juga:

Bahlil mengatakan, investasi yang melibatkan konsorsium dari Inggris dalam membangun ekosistem baterai listrik ini bekerja sama dengan sejumlah perusahaan dunia dan perusahaan nasional PT Aneka Tambang (Antam). Menurut Bahlil, investasi pembangunan tersebut nantinya mulai dari tambang hingga sel baterai.

"Investasi kurang lebih sekitar USD9 billion dalam rencana. Kalau bisa kita percepat kita lakukan. Ini investasi pembangunan ekosistem baterai mobil dari tambang sampai battery cell," katanya.

Investasi ini diharapkan mampu menghasilkan sel baterai hingga 20 gigawatt hour (GWh) pada tahap pertama produksi. Menurut Bahlil, proses produksi dapat terus ditingkatkan berdasarkan permintaan pasar baik di dalam maupun luar negeri.

"Nah ke depan pasti akan ditingkatkan berdasarkan permintaan dalam negeri maupun untuk ekspor," ujar Bahlil.

Editor: Wahyu S.

  • Mobil listrik
  • baterai listrik
  • Presiden Jokowi
  • ekonomi
  • Investasi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!