NASIONAL

IKAPPI: Kenaikan Harga Telur Tidak Wajar

Kenaikan harga telur saat ini tergolong sangat tinggi, bahkan hingga mencapai Rp38.000 per kilogram.

AUTHOR / Shafira Aurel

Harga Telur
(Foto: ANTARA/Jimmy Ayal)

KBR, Jakarta - Kalangan pedagang meminta pemerintah segera mengatasi kenaikan harga telur yang dinilai tidak wajar.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri mengatakan, kenaikan harga telur saat ini tergolong sangat tinggi, bahkan hingga mencapai Rp38.000 per kilogram.

"Tertinggi di wilayah Timur ya Maluku, Papua itu harga bisa dikisaran Rp 38 ribu. Sumatra itu Rp 35-37 ribu kalau tidak salah. Maka kita minta kepada pemerintah untuk segera melalukan upaya percepatan penyelesaian hargaa telur ini. Nah ini sesungguhnya yang menjadi problem dan ini harus diantisipasi," ujar ujar Mansuri, saat dihubungi KBR, Rabu (17/5/2023).

Baca juga:

- Naik, Harga Telur Ayam di Pasar Beringharjo

- Pinsar: Harga Telur Ayam Akan Segera Turun

Abdullah menambahkan, kenaikan harga telur saat ini disebabkan turunnya produksi pasca-lebaran, dan tingginya permintaan konsumsi masyarakat.

Berdasarkan situs Informasi Harga Pangan Antar Daerah hari ini, harga telur ayam terendah di Pasar Tradisional Sulawesi Selatan dengan Rp27.250 perkilogram. Dan harga telur ayam tertinggi ada di Maluku dengan Rp40.400 perkilogram.

Editor: Fadli

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!