KBR68H, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie menyatakan kebutuhan logistik pengungsi korban gempa menipis.
Penulis: Indra Nasution
Editor:
KBR68H, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie menyatakan kebutuhan logistik pengungsi korban gempa menipis. Stok menipis karena masa darurat diperpanjang pemerintah setempat. Kepala BPBD Pidie, Apriadi mengatakan, masa darurat yang semula hanya 7 hari ditambah menjadi 14 hari. Saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan BPBD provinsi untuk menambah stok logistik para pengungsi.
"Ketersediaan logistik kita sudah mulai menipis katakanlah tanggap masa darurat yang kita rencanakan diperpanjang 7 hari ke depan. Masa darurat ada sejumlah persoalan yang terssisa, seperti pembersihan reruntuhan rumah warga. Sementara kebutuhan logistik sudah semakin menipis," jelas Apriadi.
Kepala BPBD Pidie Apriadi menambahkan, sampai saat ini masih ada ratusan korban yang berada di pengungsian. Pekan lalu Gempa bumi berkekuatan 6 skala richter menguncang Provinsi Aceh. Akibatnya 416 unit rumah di kabupaten Pidie rusak berat dan ringan. Gempa menewaskan seorang warga dan menyebabkan 7 warga terluka.