indeks
Dari Aspal ke Bengkel, Mitra Gojek Menjemput Sejahtera

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (BEI: GOTO) membekali mitra dengan program Usaha Mitra Swadaya, mendorong mitra membuka usaha mandiri seperti bengkel, warung, hingga jasa cuci kendaraan. Wardiasto merasakan dampak nyata program ini.

Penulis: Khaira Athaya

Editor: Don Brady

Audio ini dihasilkan oleh AI
Google News
Kurir Tokopedia/GoPay berseragam hijau memeriksa aplikasi di ponselnya sambil duduk di motor di gudang penyimpanan barang.

Sehari-hari, Wardiasto menjalani dua peran - sebagai pengendara ojek online, juga sebagai pengusaha. Dia membelah aspal Kota Solo, Jawa Tengah, dari pagi sampai siang. Lantas setelahnya ia berganti baju jadi pengusaha: pengelola usaha cuci mobil dan motor. Menjelang malam, ia kembali mengenakan helm dan jaket hijau, serta mengaktifkan on-bid, sampai pukul 8 malam.

Para mitra pengemudi Gojek berpose bersama di depan spanduk berlogo Gojek dalam sebuah acara komunitas.

Wardiasto adalah salah satu mitra Gojek di Solo yang bergabung dengan program Usaha MItra Swadaya. Ini adalah program yang dilakukan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (BEI: GOTO) untuk meningkatkan kesejahteraan mitra driver. Program ini secara resmi diluncurkan pertengahan Januari 2026 lalu di acara “Bakti GoTo untuk Negeri: Empat Dukungan Nyata untuk Kesejahteraan Mitra”.

“Saya bersama teman-teman membuka usaha cucian motor dan mobil. Kami dapat fasilitas tempat, air, dan listrik gratis. Tinggal fokus ke peralatan dan operasional,” kata Wardiasto sumringah.

“Alhamdulillah usaha ini berjalan dan membantu kami dapat tambahan penghasilan di luar narik,” kata Wardiasto. Ia merasa naik kelas, jadi pelaku UKM, dan tak lagi bergantung pada satu sumber pendapatan.

Seorang pria mencuci mobil hitamnya dengan selang air di layanan cuci mobil, dengan tenda GoPitStop terlihat di latar belakang.

Usaha cuci mobil dan motor itu diberi nama Rewash. Lokasinya di kantor Gojek Solo, Jl Dr. Rajiman, Sondakan, Laweyan. Area usaha ini memanfaatkan sebagian halaman kantor; berbagi lapak dengan bengkel sederhana dan warung kecil. Ukurannya tidak besar dengan peralatan sederhana - mesin semprot air, selang, ember, sabun kendaraan, lap dan kompresor kecil. Tidak ada bangunan permanen yang mewah. Hanya ada tenda dan ruang terbuka yang ditata rapi. Kendaraan bisa masuk, dicuci, keluar lagi tanpa mengganggu aktivitas lain.

Dalam sehari, bisa ada lebih dari 10 kendaraan yang menikmati jasa yang ditawarkan di sini. Usaha ini dijalankan Wardiasto - akrab disapa Tito - bersama mitra-mitra driver lainnya. Setiap pagi, ada keramaian suara semprotan air, kain yang membersihkan badan motor, serta obrolan singkat sesama mitra driver Gojek. Maklum, tempat ini juga jadi titik singgah mitra; untuk merawat kendaraan atau sekadar ngobrol.

Sebagai pengelola usaha cuci mobil dan motor ini, Tito punya peran penting. Ia mengatur antrean supaya tak menumpuk, memastikan peralatan siap pakai, hingga turun langsung beraksi: memegang lap, mengecek pompa, atau membantu mitra lain.

Minggu jadi satu-satunya hari bagi dia untuk jeda dari ritme kerja.

Naik Kelas

Sebuah set pompa cuci bertekanan tinggi rakitan dengan drum air biru dan mesin bensin, umum digunakan untuk cuci kendaraan atau taman.

“Sejak ada tempat cuci ini, saya jadi lihat ada peluang baru. Bukan cuma mengandalkan order narik, tapi juga bisa dapat pemasukan dari usaha sendiri,” ujar Tito.

Bagi Tito, bergabung di program Usaha MItra Swadaya ini adalah “naik kelas”. Sejak bergabung sebagai mitra driver Gojek pada 2017, ia melulu berharapan pada situasi yang tak menentu: order naik turun, cuaca berubah, hingga kondisi kendaraan yang menentukan kelancaran kerja.

Pada 2019, Tito bergabung dengan komunitas Rescue Driver Solo. Keterlibatannya tersebut menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ruang singgah bagi para mitra. Sejak itu, ia melihat pentingnya tempat singgah ketika lelah menyapa baik bagi fisik pengemudi maupun kendaraannya.

Titik singgah yang dianggap strategis adalah kantor Gojek di Solo. Awalnya hanya digunakan sebagai area parkir, namun kemudian berkembang menjadi tempat rehat bagi para mitra.

“Awalnya kantor yang dipake buat parkir, tapi lama-lama bisa dipakai buat yang lain juga. Kalau lagi capek, biasanya ke warung dulu buat ngobrol atau nunggu order. Motornya juga bisa sekalian dibenerin atau dicuci di tempat saya,” kata Tito.

Halaman kantor lantas dimanfaatkan menjadi bengkel sederhana dan layanan cuci kendaraan. Warung kecil di area yang sama membuat mitra bisa duduk sebentar, minum, atau mengatur ulang rencana kerja sebelum kembali ke jalan.

Pengemudi ojek online berseragam Grab dan Ojek Solo Raya terlihat santai berinteraksi di sebuah warung.

Tahun 2022, Tito ikut terlibat lebih jauh dalam mengelola usaha tersebut. Gojek menyambut dengan memberi dukungan berupa ruangan, tenda, serta akses listrik dan air. Halaman kantor pun menjadi lebih semarak dengan fasilitas yang ada.

Usaha kecil ini membuat Tito tak sepenuhnya bergantung pada order harian. Apalagi, di usaha cuci mobil dan motor ini, ada catatan untuk kontribusi mitra driver yang membantu operasional. Hasilnya kemudian dibagi sesuai peran masing-masing.

“Tempat ini bisa bantu sesama mitra. Biar kami nggak cuma narik, tapi juga punya pegangan usaha. Kalau mitra sejahtera, kerja lebih tenang,” kata Tito.

Bagi Tito, usaha cuci mobil dan motor ini tak hanya memberi tambahan penghasilan, namun juga menjadi penyangga kecil dalam keseharian driver.

Hari beranjak sore, Tito mengambil jaket hijau dengan tulisan Gojek. Memakai helm. Menyiapkan ponselnya. Mengaktifkan on-bid. Lalu melanjutkan perjalanannya membelah Kota Solo.

Seorang driver ojol berjaket hijau sedang memeriksa aplikasi di smartphone-nya di samping sepeda motor.


Baca juga: GoTo Luncurkan “Bakti GoTo untuk Negeri”, Empat Dukungan Nyata untuk Kesejahteraan Mitra Driver dan Keluarga

GoTo
Gojek
Mitra GoTo


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Loading...