Musim kemarau membuat warga Desa Bangorejo, Kabupaten Bayuwangi, Jawa Timur, sulit mendapatkan air bersih. Kemarau membuat air sumur milik warga mulai surut dan sumur berbau sehingga tidak layak konsumsi
Penulis: Hermawan
Editor:

KBR, Banyuwangi – Musim kemarau membuat warga Desa Bangorejo, Kabupaten Bayuwangi, Jawa Timur, sulit mendapatkan air bersih. Kemarau membuat air sumur milik warga mulai surut dan sumur berbau sehingga tidak layak konsumsi
Untuk mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, mereka harus menempuh jarak hingga empat kilometer. Salah seorang warga Desa Bangorejo, Markasin mengatakan, kekurangan air bersih ini sudah dirasakan hampir sepekan ini. Ia dan warga lainnya harus mencari air ke daerah lain yang jaraknya cukup jauh.
Karenanya, ia berharap pemerintah daerah mendistribusikan air bersih ke desanya.
“Buat air minum, tidak enak (pakai air sumur) di rumah. Sering, lima hari ini (mencari air di luar rumah),” kata Mukarsin kepada Portalkbr, Kamis (11/9).
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memberlakukan siaga darurat bencana kekeringan. Siaga darurat diberlakukan hingga akhir bulan September mendatang.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Kusiadi, langka ini dilakukan karena sekitar 48 desa di lima kecamatan terancam kekeringan. kata dia, dari 48 desa itu sebagian wilayah yakni 29 desa mulai kesulitan air.
Selain itu, kata dia, BPBD Banyuwangi mulai menyuplai air bersih ke daerah-daerah yang mulai terdampak kekeringan secara bergantian.
Editor: Anto Sidharta