indeks
Biksu di Tibet Kembali Lakukan Aksi Bakar Diri

KBR68H, Washington - Seorang biksu Tibet meninggal setelah membakar diri disebuah kuil Buddha di ibukota Nepal, yang tampaknya merupakan protes bakar diri terbaru menentang kekuasaan Cina di Tibet.

Penulis: Yoni Puspadi

Editor:

Google News
Biksu di Tibet Kembali Lakukan Aksi Bakar Diri
biksu, tibet, aksi bakar diri

KBR68H, Washington - Seorang biksu Tibet meninggal setelah membakar diri disebuah kuil Buddha di ibukota Nepal, yang tampaknya merupakan protes bakar diri terbaru menentang kekuasaan Cina di Tibet.

Laki-laki paruh baya itu membakar diri Selasa dini hari di gang samping Kuil Boudhanath di Kathmandu, salah satu tempat tersuci Buddha Tibet dan lokasi sebuah aksi bakar diri lainnya awal tahun ini.

Media Tibet melaporkan biksu itu bernama Karma Nyidhon Gyatso asal distrik Damshung dekat Lhasa, ibukota Tibet. Warga dan polisi memadamkan api dan segera mengangkutnya ke sebuah rumah sakit di Nepal, dimana ia dinyatakan meninggal.

Seorang periset Amerika yang tinggal disekitar lokasi itu mengatakan polisi langsung bergerak dan memulihkan ketenangan di distrik itu

“Saya tiba di lokasi itu sekitar jam 8 pagi tampaknya kegiatan sudah kembali berjalan normal. Hanya ada beberapa polisi di stupa tampaknya mereka datang dan cepat-cepat mengangkat tubuh korban,”ujarnya.

Sekitar 20.000 pengungsi Tibet telah meninggalkan Cina menuju tetangganya Nepal, dimana mereka hidup dibawah banyak pembatasan oleh pihak berwenang Nepal. Banyak diantaranya hidup dekat Kuil
Boudhanath, yang dikelilingi vihara-vihara.

Paling tidak 120 orang Tibet telah membakar diri di kampung halaman mereka atau daerah sekitarnya sejak 2009 untuk menentang apa yang warga lokal sebut sebagai intervensi Cina dalam adat dan aktivitas keagamaan Tibet.

Para demonstran juga menuntut kepulangan pemimpin spiritual mereka Dalai Lama yang hidup di pengasingan. Cina menuduh Dalai Lama memicu berbagai protes itu. (VOA)

Editor: Doddy Rosadi

biksu
tibet
aksi bakar diri

Berita Terkait


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Loading...