DPRD Dukung Pembentukan Kodam di Kupang

Tanah seluas 36 hektar sudah disiapkan di lokasi transmigrasi TNI AD (Transad) di Naibonat.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 13 Jun 2016 09:31 WIB

Author

Silver Sega

DPRD Dukung Pembentukan Kodam di Kupang

TNI AD sedang berbaris. Foto: Antara

KBR, Kupang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendukung rencana pembentukan Komando Daerah  Militer atau Kodam di wilayah Kabupaten Kupang. Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Yoseph Lede mengatakan, Kabupaten Kupang merupakan wilayah perbatasan yang butuh penjagaan serius dari wilayah luar.

"Jadi terhadap rencana pembangunan Kodam di Naibonat kami dari pihak pemerintah khususnya DPRD sangat mendukung, apalagi kita tahu bersama bahwa Kabupaten Kupang ini berbatasan langsung dengan daerah atau negara luar. Untuk itu perlu ada pengamanan yang serius terhadap daerah perbatasan. Untuk itu, Kabupaten Kupang sangat membutuhkan Kodam di dalam penanganan keamanan di wilayah perbatasan. Sekali lagi DPRD sangat mendukung dan kami juga akan mendorong pemerintah untuk kita bersama-sama menyetujui pembangunan Kodam di Kabupaten Kupang," kata Yoseph Lede di Kupang, Senin (13/6).

Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat berniat membangun Markas Komando Daerah Militer (Kodam) di Naibonat, Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Tanah seluas 36 hektar sudah disiapkan di lokasi transmigrasi TNI AD (Transad) di Naibonat.

Wacana tersebut sudah dibicarakan dalam diskusi bersama dengan bekas Pangdam IX Udayana di Bali, Mayjen TNI Tory Johar Banguntoro dan bekas Danrem Wira Sakti Kupang, Brigjen TNI Achmad Yuliarto, pada bulan Agustus 2015 lalu. Wacana akan dibentuknya Kodam baru di NTT tersebut juga telah disampaikan bekas Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen Achmad Yuliarto kepada anggota komisi I DPR RI dan Pangdam IX/Udayana.

Editor: Sasmito

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Aplikasi LAPOR Dinilai Tidak Efektif Tanggapi Laporan Masyarakat