covid-19

Jokowi: Indonesia Konsisten Setop Ekspor Bahan Mentah

"Mungkin tahun depan lagi kita mau kalkulasi stop yang namanya ekspor bahan mentah bauksit, tahun depan lagi stop yang namanya bahan mentah timah. Terus akan kita lakukan"

BERITA | NASIONAL | KABAR BISNIS

Rabu, 24 Nov 2021 11:24 WIB

Ilustrasi: Aktivitas pertambangan nikel PT Tiran Mineral di Kecamatan Lasolo, Sulawesi Tenggara.  Ju

Ilustrasi: Aktivitas pertambangan nikel PT Tiran Mineral di Kecamatan Lasolo, Sulawesi Tenggara. Jum'at, (11/06/21). (Foto: Antara/Jojon)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menegaskan Indonesia akan tetap konsisten secara bertahap menyetop ekspor sumber daya alam berbasis bahan mentah menjadi barang jadi dan setengah jadi. Tujuannya untuk menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian dalam negeri.

"Kalau ada yang bertanya ke saya, investasi yang saat ini apa? Investasi yang memiliki nilai tambah tinggi. Saat ini kita tidak bisa mengekspor bahan mentah, raw material. Giring investor itu untuk membuat barang itu menjadi barang jadi. Kalau nggak mau barang jadi ya sudah, setengah jadi minimal. Ini yang bolak balik saya sampaikan. Transformasi ekonomi yang kita inginkan di situ," kata Presiden Jokowi pada rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi 2021, Rabu (24/11/2021).

Baca Juga:

Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajaran kementerian/lembaga, gubernur dan kepala daerah untuk mengutamakan realisasi investasi asing yang berbasis nilai tambah tinggi sejalan dengan transformasi ekonomi yang dilakukan pemerintah. 

Keputusan ini, kata Jokowi, akan berdampak signifikan terhadap pemasukan dan perkembangan industri dalam negeri dan kesejahteraan masyarakat.

Dia mencontohkan keputusan pemerintah untuk menyetop ekspor bijih nikel. Empat tahun lalu, ekspor mentah bijih nikel menghasilkan pendapatan negara sebesar US$ 1,1 miliar. Sejak pemerintah mewajibkan agar perusahaan tambang wajib mengolah hasil produksinya, ekspor Indonesia diperkiraan mencapai hingga US$20 miliar.

Tidak hanya bijih nikel. Pemerintah berencana akan menyetop ekspor bahan mentah sumber daya alam lainnya seperti bauksit dan timah untuk mengerek devisa negara menjadi lebih tinggi.

"Kenapa kita stop kirim raw material nikel? Mungkin tahun depan lagi kita mau kalkulasi setop yang namanya ekspor bahan mentah bauksit, tahun depan lagi setop yang namanya bahan mentah timah. Terus akan kita lakukan karena nilai tambah di situ lompatannya besar sekali," kata Jokowi.

Keputusan untuk menghentikan ekspor bahan mentah itu bertujuan untuk menggerakkan integrasi industri dalam negeri atas proyek sumber daya alam. 

Integrasi antarsektor bisnis akan menghasilkan produk baru yang memiliki nilai tambah, seperti semikonduktor, jarum suntik, lithium battery hingga mobil listrik.

"Apalagi, kalau pemerintah bisa mengintegrasikan. Artinya, mengintegrasikan apa, di sini ada tembaga, nikel, besi baja, bagaimana mengintegrasikan menjadi lithium battery. Kemudian dijadikan mobil listrik, nilai tambahnya bisa berlipat-lipat. Itu yang belum dilakukan. Dan itu akan kejadian insyaallah di 3 sampai 4 tahun lagi. Bisa berupa mobil listrik, semikonduktor, jarum suntik yang permintaan dunia lebih dari lebih dari 10 miliar jarum suntik," ujar Presiden.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Toilet Sehat untuk Semua, Sudahkah Terpenuhi?