Bagikan:

Klarifikasi Kasus Ferdy Sambo, Mahfud MD Datangi MKD DPR

"Siapa yang dihubungi? Kompolnas, Pemimpin Redaksi sebuah TV besar, kemudian Komnas HAM, lalu dan anggota DPR,”

NASIONAL

Kamis, 25 Agus 2022 12:55 WIB

Author

Heru Haetami

ferdy sambo

Menkopolhukam Mahfud MD RDP Komisi III DPR di Senayan Jakarta, Senin (21/8/22).(Antara/M. Adimaja)

KBR, Jakarta-  Menkopolhukam Mahfud MD, memenuhi panggilan Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR, ihwal permintaan klarifikasi pernyataannya yang menyebut Ferdy Sambo menghubungi sejumlah pihak termasuk DPR, dalam skenario pembunuhan Brigadir Yosua.

Saat itu, pernyataan Mahfud disampaikan dalam sebuah siniar dan dikutip sejumlah media.

Mahfud mengakui pernyataan tersebut, namun kata dia sejumlah pihak tersebut bukan terlibat dalam rencana pembunuhan. Melainkan pascapembunuhan agar mempercayai skenario Sambo bahwa kematian Yosua merupakan aksi tembak-menembak.

"Klarifikasinya itu minta informasinya dari saya, karena saya mengatakan pak Sambo itu membuat prakondisi agar orang percaya bahwa di situ terjadi tembak menembak dan yang menembak itu, yang membunuh itu Bharada E. Jadi pak Sambo membuat kondisi seperti itu, menghubungi semua orang agar percaya. Siapa yang dihubungi? Kompolnas, Pemimpin Redaksi sebuah TV besar, kemudian Komnas HAM, lalu dan anggota DPR,” kata Mahfud di Kompleks Parlemen, Kamis (25/8/2022).

Mahfud menambahkan, setelah mengetahui informasi tersebut, ia mengaku langsung menghubungi beberapa pihak yang dihubungi Sambo itu untuk menanyakan kebenarannya.

Baca juga:

Kata Mahfud, tiga pihak yakni Kompolnas, pemimpin redaksi TV dan Komnas HAM membenarkan itu. Namun, dari anggota DPR, Mahfud mengaku tak mendapat respon. Mahfud enggan menyebutkan siapa anggota dewan tersebut.


"Orang dihubungi orangkan (red-Sambo) bukan perbuatan pidana. Mungkin ada ratusan orang yang dihubungi Sambo agar percaya. Itukan tidak apa-apa yang penting tidak menggunakan jabatannya," katanya. 

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Inhalasi Hidrogen dan Dampak Kesehatannya

Menyoal Kekhawatiran Komersialisasi Pendidikan

Pengesahan RUU PDP dan Perkara Pembatasan Pertalite

KPK Tetapkan Hakim Agung MA Tersangka Suap

Kabar Baru Jam 20

Most Popular / Trending