Bagikan:

Presiden: Waspadai Masalah Teknis yang Bisa Pengaruhi Kualitas Pemilu 2024

Presiden Jokowi meminta perbaikan dalam manajemen teknis Pemilu 2024, seperti perbaikan kualitas DPT, manajemen kerja KPUD dan PPS hingga teknis rekapitulasi suara.

NASIONAL

Rabu, 15 Jun 2022 01:37 WIB

Author

Agus Lukman

Pemilu 2024

Layar hitung mundur Pemilu 2024 di Gedung KPU Jakarta, Selasa (14/6/2022). (Foto: ANTARA/Aditya Perdana)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap persoalan teknis, yang berpotensi menjadi masalah politis dan mempengaruhi kualitas pemilu 2024.

Kata Presiden, KPU perlu belajar dari pengalaman Pemilu dan Pilkada sebelumnya.

Pesan Presiden itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dalam Acara Peluncuran Tahapan Pemilu Serentak 2024, Selasa 14 Juni 2022.

"Kita lakukan perbaikan-perbaikan dari aspek manajemen teknis, seperti perbaikan kualitas daftar pemilih tetap atau DPT, manajemen kerja KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) dan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), sampai teknis rekapitulasi suara. Penguatan Sistem Pendaftaran Pemilih atau Sidalih, Sistem Verifikasi Partai Politik atau Sipol, Sistem Rekapitulasi atau Sirekap, Sistem Informasi Logistik atau Silog yang telah dibangun KPU hendaknya disempurnakan,"ujar Tito dalam Acara Peluncuran Tahapan Pemilu Serentak 2024, Selasa (14/6/2022).

Baca juga:


Tito mengatakan, pemerintah mendukung penuh seluruh tahapan pelaksanaan Pemilu dan Pilkada yang sudah ditetapkan.

Pemungutan suara Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden digelar 14 Februari 2024 sedangkan Pilkada serentak November 2024 mendatang.

"Presiden juga secara tegas memerintahkan kepada Mendagri, Menteri Keuangan, dan seluruh jajanan pemerintah termasuk Polri dan Pemda untuk memberikan dukungan penuh kepada KPU dan jajarannya," tuturnya.

Pemerintah, lanjut Tito, akan turut mendampingi penyusunan regulasi seperti pengadaan logistik hingga pendanaan yang diperlukan oleh KPU. Ia mengingatkan, agar KPU tidak ragu untuk segera mempersiapkan Pemilu dan Pilkada serentak dengan detail dan rapi.

"Presiden menegaskan agar KPU benar-benar menjaga dan meningkatkan kualitas Pemilu dan Pilkada serentak 2024," pungkasnya.

KPU resmi meluncurkan tahapan Pemilu 2022 pada Selasa (14/6/2022). KPU sebelumnya mengundang Presiden Joko Widodo hadir dalam acara tersebut. Namun, Jokowi tidak memenuhi undangan itu.

Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan Jokowi tidak hadir baik secara fisik maupun rekaman video. Heru tidak memberitahukan alasan ketidakhadiran Jokowi.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

RAPBN 2023, Penanganan Pandemi Tak Lagi Jadi Prioritas?

Most Popular / Trending