Bagikan:

Pilih Ganjar Atau Anies? Ridwan Kamil: Nikah Dulu baru Mencintai

"Dalam politik itu dijodohkan dengan siapa saja harus siap. Karena pengalaman jarang ada pengantin politik bisa milih sendiri jodohnya."

NASIONAL

Rabu, 06 Apr 2022 12:30 WIB

Author

Ken Fitriani

pilpres 2024

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Masjid Kampus UGM Yogyakarta, Selasa (5/4/2022). (Foto: KBR/Ken Fitriani)

KBR, Yogyakarta – Belakangan santer diisukan nama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil akan dijodohkan dengan sejumlah nama lain seperti Gubernur DKI Anies Baswedan hingga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam Pemilu Presiden 2024 mendatang.

Sebelumnya, Ridwan mengatakan ia belum memikirkan terlalu jauh tentang Pilpres 2024 mendatang, termasuk dengan siapa ia akan dipasangkan.

Menanggapi hal itu, Ridwan Kamil menyatakan bahwa dalam berpolitik, seseorang harus siap ketika dijodohkan dengan siapa saja.

"Dalam politik itu dijodohkan dengan siapa saja harus siap. Karena pengalaman jarang ada pengantin politik bisa milih sendiri jodohnya. Jadi nikah dulu baru mencintai," katanya usai mengisi ceramah tarawih di Masjid Kampus UGM, Selasa (5/4/2022).

Menurut Ridwan Kamil, seorang kandidat yang berniat maju dalam pemilihan presiden merupakan keputusan partai pengusung. Terkait nama-nama yang santer mencuat, ia dengan santai menjawab bahwa akan siap dengan semua hal yang terjadi ke depan.

“Kan saya sudah bilang, orang kaya saya harus berani mencintai setelah menikah," ujarnya.

Baca juga:


Nasib bangsa 2045

Dalam ceramah di depan civitas akademika UGM, Ridwan Kamil meminta mahasiswa UGM sebagai kaum intelektual mesti ikut melihat tentang satu narasi besar nasib bangsa ke depan pada tahun 2045 mendatang.

"Saat ini Indonesia menempati rangking 16 ekonomi terbesar di dunia. Narasinya sekarang masa depan kita pada tahun 2045 nanti bagaimana, ekonomi kita menjadi empat besar dunia," kata RK.

Ridwan Kamil menitipkan nasihat kepada mahasiswa bahwa pemilik masa depan adalah mereka yang salah satunya merupakan kumpulan dari mahasiswa-mahasiswa UGM. Menurutnya, masa depan harus disiapkan dari sekarang.

"Selalu narasinya adalah masa depan kan 2045. Kalau nggak disiapkan dari sekarang, mimpi itu tidak akan sampai," jelasnya.

Ridwan Kamil mengatakan bahwa salah satu penyakit di Indonesia saat ini adalah mudah bertengkar. Baik di level media sosial, di lapangan, narasi elite dan lainnya. Ia berharap di bulan Ramadan yang penuh berkah ini sumber perpecahan tersebut bisa dihilangkan.

"Mudah-mudahan dengan bulan berkah di bulan pengampunan, bulan amal, dikurangi dihilangkan benih-benih sumber perpecahan. Kalau itu bisa dilaksanakan dan diteladani oleh mahasiswa UGM, saya yakin Indonesia pasti ikut dan akhirnya mimpi itu tercapai," pungkasnya.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?