Bagikan:

Persiapan Maksimal untuk Mudik Lebaran Aman dan Sehat!

"Bisa dimaklumi karena sudah 2 tahun terakhir ini mudik tidak diperbolehkan dan tentu banyak masyarakat yang rindu kampung halaman. Kemudian diprediksi animo untuk melaksanakan mudik akan meningkat,"

NASIONAL

Rabu, 27 Apr 2022 16:04 WIB

Author

Heru Haetami

mudik lebaran

Polisi mengatur lalu lintas depan Jalan Layang MBZ Cikampek yang ditutup sementara di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (28/4/2022). (Foto: ANTARA/Fakhri Hermansyah)

KBR, Jakarta - Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada tanggal 28 hingga 30 April nanti. Kemacetan ruas jalan di jalur mudik mulai terlihat didominasi kendaraan pribadi. Pemudik pun diimbau melakukan persiapan maksimal untuk menghindari kelelahan dan kendala perjalanan.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan (Balitbanghub), memperkirakan jumlah pemudik pada libur Lebaran 2022 diprediksi mencapai 85,5 juta orang, di mana moda transportasi pribadi berupa mobil dan sepeda motor mendominasi sebesar 47 persen.

Juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan, animo masyarakat meningkat usai Presiden Joko Widodo mengizinkan mudik, setelah dua tahun larangan akibat pandemi COVID-19.

"Bisa dimaklumi karena sudah 2 tahun terakhir ini mudik tidak diperbolehkan dan tentu banyak masyarakat yang sudah rindu kampung halaman. Ini yang kemudian diprediksi animo untuk melaksanakan perjalanan mudik akan sangat meningkat," ujarnya saat Media Briefing, Jumat (8/4/2022).

Adita mengingatkan para pemudik agar mempersiapkan perjalanan mudik sebaik mungkin. Bagi pengguna kendaraan peribadi, pelaku perjalanan agar mempersiapkan saldo kartu elektonik untuk tol, ketersediaan BBM serta kesehatan kendaraan.

Untuk menghindari kemacetan, pemudik disarankan bisa melakukan perjalanan lebih awal menghindari masa puncak yang diprediksi pada 29 dan 30 April.

Baca juga:

Rekayasa lalu lintas

Masyarakat juga diimbau mengingat jadwal rekayasa lalu lintas ganji genap yang diterapkan Korlantas Polri di jalan tol. 

Kabag Oprasional Korlantas Polri, Eddy Djunaedi berharap tak ada kendaraan yang melanggar aturan tersebut.

“Agar masyarakat mengkuti jadwal yang sudah ada. Mengapa demikian karena kita sudah mengatur, jadwal itu ada untuk mengatur pergerakan arus lalulintas baik yang ada di tol maupun yang ada di jalur arteri. Kalau ada yang melanggara kita akan alihkan ke exit terdekat, nanti akan ada petugas,” kata Eddy secara webinar, Selasa (26/4/2022)

Selain itu, demi menjaga kesehatan selama perjalanan, masyarakat juga diimbau tetap mematuhi protokol kesehatan. Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas COVID-19 Sonny Harry Harmadi meminta masyarakat melakukan skrining kesehatan secara mandiri sebelum melakukan perjalanan mudik.

Skrining mandiri ini kata dia, dilakukan agar meminimalkan keparahan jika tertular virus corona atau terkena penyakit saat mudik.

“Jadi sebelum berangkat pastikan bahwa mereka yang akan mudik dalam kondisi sehat. Kenapa, karena kesehatan itu penting dan risiko untuk terjadi kesakitan, keparahan kalau kondisi kurang sehat, tentu akan lebih tinggi,” ujar Sonny.

Baca juga:

Sementara itu, para pemudik memastikan telah mempersiapkan skenario perjalanan agar aman dan sehat. Salah satunya Setiawan, pegawai ibu kota ini berencana mudik ke Pekalongan, Jawa Tengah menggunakan kendaraan pribadi.

“Kalau dari fisik sih kami sekeluarga usahain untuk tidur cukup. Sahur dan buka makan makanan normal gak pedaslah supaya tidak sakit perut pas mudik. Kendaraan sudah diservice dan dicek semuanya karena saya mudik bareng istri dan anak bayi jadi persiapan barang bawaan juga banyak banget nih. Rencana berangkat kamis malam setelah kerja sekitar jam 9 malam mudiknya kan ke pekalongan dulu jadi mau gak mau harus lewat tol meski katanya bakal macet. Kalau macet ya paling tiap 2 jam sekali berhenti karena bawa anak kecil juga,” kata Setiawan kepada KBR, Rabu (27/4/2022).

Diizinkannya kembali mudik pada tahun ini menurut Sosiolog Imam Prasodjo, menjadi momentum bagi masyarakat untuk dapat bertanggung jawab menjadikan perjalanan mudik aman dan sehat.

“Tetapi ini tidak berarti kemudian tidak ada tanggung jawab negara, tetapi tanggung jawabnya sekarang itu beralih dari yang sebelumnya itu negara yang lebih terkena beban tanggung jawab, sekarang kelihatannya negara akan memberikan tanggung jawabnya ke masyarakat," kata Imam dalam diskusi daring, Senin (25/4/2022).

Sosiolog Imam Prasodjo menilai eforia masyarakat juga bisa dimaklumi lantaran selama dua tahun dihadapi larangan mudik dari pemerintah.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Season 5 - Eps. 8 Chico