Bagikan:

Mahasiswa Demo 11 April, YLBHI: Aparat Jangan Represif

"Jangan-jangan ada operasi-operasi yang dilakukan untuk membuat chaos dari pihak siapapun yang tidak menghendaki aksi berjalan dengan tertib,"

NASIONAL

Senin, 11 Apr 2022 08:14 WIB

Ilustrasi: Demo mahasiswa tolak RUU bermasalah pada 2019. (KBR/Wahyu)

Ilustrasi: Demo mahasiswa tolak RUU bermasalah pada 2019. (KBR/Wahyu)

KBR, Jakarta-   Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur meminta aparat tak bertindak represif dalam penanganan aksi demonstrasi mahasiswa pada Senin (11/4) ini.  Kata dia, demonstrasi merupakan bukti demokrasi dan dilindungi oleh konstitusi. 

Isnur juga mewaspadai kemungkinan adanya pihak lain yang sengaja membuat kerusuhan saat demo berlangsung.

"Sejauh kita mendampingi selama ini sebenarnya aksi mahasiswa damai damai saja. Tapi kan kita curiga chaos-chaos ini memang ada settingan untuk chaos dari pihak-pihak lain. Misalnya kita lihat 2019 aksi di Sarinah. Ada tuduhan-tuduhan mahasiswa melakukan chaos. Tapi kemudian dibongkar oleh Narasi TV ternyata bukan mahasiswa, bukan peserta aksi tapi ada pihak-pihak lain. Ini yang kami curigai jangan-jangan ada operasi-operasi yang dilakukan untuk membuat chaos dari pihak siapapun yang tidak menghendaki aksi berjalan dengan tertib," kata Isnur kepada KBR (10/4/22).

Isnur juga menilai wajar jika mahasiswa tetap memilih demo, meski sebelumnya Jokowi telah meminta jajarannya berhenti membicarakan isu penundaan pemilu serta perpanjangan masa jabatan presiden. Sebab kata dia, Jokowi sebelumnya telah ingkar dengan mengesahkan UU KPK dan UU Cipta Kerja yang membuat masyarakat sangsi, dia akan menepati omongannya soal penghentian isu perpanjangan masa jabatan presiden ini. 

Kata dia, Ia juga menyatakan  pernyataan Jokowi tersebut juga tidak tegas menolak. Semestinya ada langkah nyata seperti memberi sanksi bahkan mencopot Menteri di kabinetnya yang membicarakan isu tersebut ke publik.

 Baca juga:

Mahasiswa Demo 11 April, Jokowi Tegaskan Pemilu 2024 Sesuai Jadwal

Jokowi: Setop Wacana Penundaan Pemilu dan Perpanjangan Jabatan

    Sebelumnya, wacana perpanjangan masa jabatan presiden atau tiga periode ini mencuat dan ditentang oleh berbagai pihak. Salah satunya kalangan mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). Senin (11/4) pagi ini rencananya mereka  bakal melakukan aksi demonstrasi mendesak Presiden Jokowi bersikap tegas menolak penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode. 

    Editor: Rony Sitanggang

    Kirim pesan ke kami

    Whatsapp
    Komentar

    KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

    Kabar Baru Jam 11

    Kabar Baru Jam 10

    Kabar Baru Jam 8

    Kabar Baru Jam 7

    Aturan Jilbab Sekolah Negeri, Lampu Kuning Arah Pendidikan

    Most Popular / Trending