NASIONAL

Kasus DBD 2024 Melonjak Dibanding Tahun Lalu, Ini Langkah Penangan dari Kemenkes

"Kementerian Kesehatan Indonesia mencatat ada tren peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada awal 2024."

Amanda Titis Kiesnaning Putri

Kasus DBD 2024 Melonjak Dibanding Tahun Lalu, Ini Langkah Penangan dari Kemenkes
Anak pasien DBD dirawat di RSUD Loekmono Hadi, Kudus, Jawa Tengah, Senin (5/2/2024). (Foto: ANTARA/Yusuf Nugroho)

KBR, Jakarta - Kementerian Kesehatan Indonesia mencatat ada tren peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada awal 2024.

Dari data Kemenkes, hingga akhir Februari 2024, terdapat 15.977 kasus DBD yang dilaporkan, dengan 124 kematian tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Angka ini naik signifikan dibandingkan dengan 2023, di mana pada 2023 terdapat 12.502 kasus dengan 101 kematian.

Staf Teknis Komunikasi Transformasi Kesehatan Kemenkes, Ngabila Salama menegaskan pentingnya tindakan preventif dalam menanggulangi kasus DBD.

Salah satu upaya yang disarankan adalah pemberian vaksinasi kepada anak-anak dan dewasa.

Ia menjelaskan vaksinasi DBD dapat diberikan dua kali dan mampu mengurangi risiko terkena sakit hingga 90-95 persen.

Rekomendasi pemberian vaksin tersebut sudah diatur dalam rekomendasi Satgas Imunisasi Persatuan Dokter Anak Indonesia (PAPDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2023.

"Surveilans aktif berbasis masyarakat baik itu dari RT, RW, kader kesehatan dan jumantik kepada Puskesmas perlu digalakan. Sistem rujukan dari Puskesmas atau FKTP ke RS juga perlu ditingkatkan. Yang terpenting juga laporan dari RS untuk kasus DBD penting disampaikan segera agar puskesmas dapat melakukan penyelidikan segera dan melakukan fogging," ujarnya saat dihubungi KBR, Rabu (6/3).

Ngabila mengatakan tren kasus DBD menunjukkan pola yang konsisten setiap tahun, dimulai dengan peningkatan pada Desember dan mencapai puncaknya pada April, sebelum akhirnya menurun kembali.

Kemenkes juga memberikan lima cara mencegah sakit DBD yang dapat dilakukan oleh masyarakat, antara lain PSN 3M plus, gerakan 1 rumah 1 kader jumantik (G1R1J), menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, aktifkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di sembilan tatanan kehidupan masyarakat, serta menjalani vaksinasi mandiri anak dan dewasa dua kali.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman

  • DBD
  • Kemenkes

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!