NASIONAL

FOMO Sapiens : Sugar Daddy dan Perkara Ulah Turis di Bali

"Sugar daddy di Indonesia itu paling banyak kedua se-Asia dan Kemenparekraf membentuk satgas khusus untuk menindak para turis yang berulah di Bali."

FOMO Sapiens : Sugar Daddy dan Perkara Ulah Turis di Bali
Ilustrasi highlight berita sepekan. (FOTO : KBR)

KBR, Jakarta – Episode 105 kali ini membahas survei aplikasi kencan Seeking Arrangement pada 2021 menunjukkan jumlah sugar daddy di Indonesia itu paling banyak kedua se-Asia dengan jumlah 60.250 orang setelah India yang menduduki peringkat pertama dengan 338.000 orang.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membentuk satgas khusus untuk menindak para turis yang berulah di Bali. Lebih lanjut dibahas bareng Content Creator Bali, Gung Iss Bhaskara.

1. Menyoal Sugar Daddy

Menurut Oxford Language, sugar daddy didefinisikan sebagai laki-laki lebih tua dan kaya yang memberikan 'hadiah' kepada perempuan muda sebagai imbalan dari ditemani atau dituruti hasrat seksualnya. Sementara, situs Seeking Arrangement menyatakan bahwa negara dengan angka sugar daddy paling banyak adalah negara dengan biaya pendidikan yang tinggi serta kesenjangan antara orang kaya dan miskin. Bagaimana selengkapnya?

Baca juga : FOMO Sapiens : Nasida Ria, Satgas Pemilu 2024, dan Perkara Kencan


2. Perkara Ulah Turis di Bali

Pekan ini warganet masih diramaikan dengan viralnya kelakuan sejumlah oknum turis asing yang berulah di Bali. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan satgas khusus yang dibentuk bakal fokus dulu dalam 3 masalah prioritas yaitu pelanggaran lalu lintas, termasuk pelanggaran etika ketimuran yang dianut di Indonesia khususnya di Bali. Kedua yaitu usaha ilegal, dan ketiga adalah masalah izin tinggal. Selain itu satgas khusus ini akan diprioritaskan di 3 wilayah yaitu di Nusa Penida, Ubud dan Sanur.

Baca juga : Perkara Ulah Turis Bikin Onar

Dengarkan bahasan selengkapnya di FOMO Sapiens pekan ini bersama Ian Hugen dan Aika. Akan ada juga obrolan soal Perppu Cipta Kerja.

*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

  • #podcast
  • #FOMOSapiens
  • #sugardaddy
  • #turis
  • #Bali
  • #pariwisata
  • #UUCiptaker
  • #Perppu

Komentar (0)

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!