NASIONAL

BPS: Kenaikan Harga Tertinggi Ada di Bantaeng, Sulawesi Barat

"Sedangkan penurunan terendah terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan dengan nilai IPH -7,24 persen"

AUTHOR / Hoirunnisa

Bantaeng
Ilustrasi. Beras yang dijual di pasar. (Foto: antaranews)

KBR, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga tertinggi di pekan keempat Februari 2023 terjadi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Barat. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Pudji Ismartini menyebut, Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Bantaeng sebesar 8,53 persen.

"Jadi secara umum kenaikan harga tertinggi terjadi di Kabupaten Bantaeng. Sedangkan penurunan terendah terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan dengan nilai IPH -7,24 persen," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Pudji Ismartini pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2023 di kanal Youtube Kemendagri RI (27/2/2023).

Pudji juga mencatat kenaikan harga tertinggi menurut pulau. Untuk Pulau Sumatera terjadi di Kabupaten Solok dengan nilai IPH 7,57 persen. Harga komoditas yang terbesar memberi andil IPH adalah cabai merah, beras, dan bawang merah.

Secara umum, lanjut Pudji, ada sepuluh kabupaten/kota dengan nilai IPH tertinggi di Sumatera, dengan sebagian besar terjadi di Sumatera Barat. Adapun komoditas yang berpengaruh secara besar terhadap kenaikan harga adalah cabai merah.

Baca juga:

- Jokowi Minta Pemda Jaga Stabilitas Harga Pangan

- Petani: Harga Beras Mahal Bukti Bulog Gagal Kelola Distribusi

Di Pulau Jawa, Garut menduduki nilai IPH tertinggi sebesar 5,48 persen, dengan komoditas andil terbesar pada beras, bawang merah, dan minyak goreng.

Editor: Fadli

  • IPH
  • Bantaeng
  • BPS
  • Garut
  • Beras

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!