Suku Bunga Turun Jadi 5 Persen, APINDO Anggap Masih Kurang

"Kalau bunga mahal, orang gak bisa bayar bunga, orang mau minjam juga gak mau. Akhirnya semua nabung, ekonomi nggak jalan."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 25 Okt 2019 11:27 WIB

Author

Lea Citra

Suku Bunga Turun Jadi 5 Persen, APINDO Anggap Masih Kurang

Ilustrasi. Petugas bank menghitung lembaran mata uang rupiah. (Foto: setkab.go.id/Publik Domain)

KBR, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai, penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) menjadi 5 persen oleh Bank Indonesia masih kurang.

Tahun ini, BI menurunkan suku bunga acuan sebanyak empat kali dengan total 100 basis poin. Pada September 2019, suku bunga acuan turun 25 basis poin ke posisi 5,25 persen.

Pada Kamis (24/10/2019), Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan kembali menurunkan suku bunga acuan sebanyak 25 bps ke posisi 5 persen.

Meski begitu, Ketua Bidang Kebijakan Publik Apindo, Sutrisno Iwantono mengatakan, seharusnya tak hanya suku bunga yang lebih longgar. Kebijakan fiskal dan sektoril juga mestinya mendukung penurunan suku bunga.

"Kalau ekonomi lagi turbulance seperti ini, menurun, maka kebijakan moneternya harus lebih ekspansif. Suku bunga diturunkan, supaya bisa menstimulus ekonomi, supaya meningkatkan daya beli, supaya mendorong investasi. Kalau bunga mahal, orang gak bisa bayar bunga, orang mau minjam juga gak mau. Akhirnya semua nabung, ekonomi nggak jalan. Harusnya bagus, tapi itu nggak cukup. Masih juga perlu di bidang fiskalnya. Jangan pajaknya digenjot terus, nanti malah mati kan dunia usaha," kata Sutrisno Iwantono kepada KBR, Kamis (24/10/2019).

Ketua Bidang Kebijakan Publik Apindo, Sutrisno Iwantono menilai, pemerintah harus lebih berani menghadapi persoalan ekonomi di Indonesia di tengah krisis global.
Sutrisno Iwantono mengkritik rumitnya perizinan, regulasi dan birokrasi di pemerintahan periode pertama Jokowi.

Menurutnya, periode pertama Jokowi belum menyederhanakan ketiga hal tersebut secara maksimal. Sutrisno mengatakan sulit dan rumitnya perizinan menghambat masuknya investasi asing di Indonesia.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik

Hari Pneumonia Sedunia, Mari Cegah Pneumonia pada Anak

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14