indeks
Yayasan Lari Nusantara Kumpulkan Rp952 Juta untuk Beasiswa Atlet Pelajar hingga Perguruan Tinggi

NusantaRun Chapter 13 Bali Series berhasil menggalang Rp952 juta dari ribuan donatur untuk mendukung beasiswa atlet pelajar prasejahtera.

Penulis: Khaira Athaya

Editor: Don Brady

Audio ini dihasilkan oleh AI
Google News
Nusantarun mengumumkan total donasi IDR 952.186.432 dari 3.995 donatur yang dipamerkan oleh tim dalam sebuah acara.

JAKARTA, 31 Januari 2026 – Program lari amal yang digagas Yayasan Lari Nusantara (NusantaRun) resmi memasuki tahap akhir melalui NusantaRun Chapter 13: Bali Series. Ratusan pelari berkolaborasi menggalang dana demi membuka akses pendidikan bagi atlet pelajar dari keluarga prasejahtera.

Pada Sabtu (31/1), Yayasan Lari Nusantara menyerahkan donasi secara simbolis kepada Guru Belajar Foundation (GBF) dalam acara bertajuk Family Reunion. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi bagi pelari, relawan, komite, serta keluarga besar NusantaRun yang berlangsung di kantor Yayasan Lari Nusantara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

 Proses Penggalangan Dana

Penggalangan dana NusantaRun Chapter 13 dilakukan sejak 17 Oktober 2025 hingga 17 Januari 2026 melalui platform KitaBisa. Dana tersebut dihimpun oleh 153 pelari yang sebelumnya menuntaskan lari sejauh 80 kilometer dari Batur menuju Denpasar pada 6–7 Desember 2025.

Selama tiga bulan, total dana yang terkumpul mencapai Rp952.186.432 dari 3.995 donatur. Penggalang dana dengan perolehan tertinggi diraih Arlette Suzy Puspa Pertiwi dengan total Rp28.009.945 dari 37 donatur. Sementara jumlah donatur terbanyak dicatat oleh Adiyono Eko Purwanto dan Mahfud Achyar yang masing-masing berhasil mengajak 109 orang berdonasi.

Penyaluran untuk Program Beasiswa

Seluruh dana yang terhimpun disalurkan 100 persen kepada Guru Belajar Foundation sebagai mitra Program Beasiswa NusantaRun. Program ini menargetkan 10 atlet pelajar dari keluarga prasejahtera di Bali agar dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Ketua Yayasan Lari Nusantara, Jurian Andika, menyampaikan bahwa sejak 13 tahun perjalanan NusantaRun, misi yang dibawa selalu sama, yakni mempercepat akses pendidikan di setiap rute yang dilalui.

“Pendidikan adalah perjalanan panjang seperti lari jarak jauh. Kita melangkah satu per satu hingga anak-anak Indonesia memiliki kualitas hidup yang setara, mandiri, bermakna, dan memberi manfaat bagi sekitarnya,” ujar Jurian.

Ia menambahkan, penyerahan donasi ini menjadi bentuk transparansi NusantaRun kepada para pelari dan donatur.

“Momentum ini mempertemukan para pemangku kepentingan untuk saling membangun harapan sekaligus merayakan kebaikan yang kita lakukan bersama,” tambahnya.

Kolaborasi dengan Guru Belajar Foundation

Pembina Yayasan Lari Nusantara, Christopher Tobing, menjelaskan bahwa GBF dipilih sebagai mitra karena dinilai profesional dan berpengalaman dalam pengelolaan program pendidikan.

“NusantaRun sudah lama bekerja sama dengan GBF dan afiliasinya. Kami selalu puas dengan mekanisme penyaluran dana hingga pelaporan dampak program yang dijalankan,” jelas Christopher.

Head of Guru Belajar Foundation, Bukik Setiawan, menyebut donasi Program Beasiswa NusantaRun menjadi peluang baru bagi atlet pelajar prasejahtera. Program ini tidak hanya menyentuh individu, tetapi juga membangun ekosistem di sekitarnya.

“Para penerima akan dibekali penguatan life skill seperti literasi finansial dan media sosial, didampingi guru yang suportif, serta mendapatkan keberlanjutan belajar hingga kuliah,” papar Bukik.

Dalam jangka pendek, program ini diharapkan meningkatkan semangat belajar dan berlatih. Dalam jangka panjang, NusantaRun berkontribusi membangun ekosistem pendidikan dan olahraga yang lebih adil dan berkelanjutan.

Cerita Para Pelari Penggalang Dana

Arlette Suzy Puspa Pertiwi, penggalang dana dengan donasi terbesar, mengungkapkan keterlibatannya sejak 2019 membuatnya melihat langsung bagaimana keterbatasan akses pendidikan menghambat potensi anak muda.

“Banyak mimpi nyaris berhenti bukan karena kurang kemampuan, tapi karena biaya. NusantaRun bukan hanya tentang berlari, melainkan menjaga agar harapan terus bergerak,” tuturnya.

Ia menambahkan, tantangan terbesar dalam penggalangan dana adalah menjaga konsistensi ketika respons tidak selalu cepat.

“Saya kembali pada tujuan awal dan menyampaikan pesan dengan jujur serta empati, sambil percaya bahwa setiap dukungan sekecil apa pun tetap berdampak,” jelas Arlette.

Sementara itu, Adiyono Eko Purwanto yang meraih jumlah donatur terbanyak menilai Program Beasiswa NusantaRun mampu mengubah arah hidup anak-anak kurang mampu.

“NusantaRun bukan sekadar lari amal, tapi jembatan harapan bagi mereka yang ingin terus belajar,” katanya.

Ia menekankan pendekatan yang tulus dan tidak berlebihan menjadi kunci mengajak lebih dari 100 orang berdonasi.

NusantaRun Chapter 14: Bali Series

Usai penyerahan donasi, Yayasan Lari Nusantara mengumumkan pembukaan pendaftaran NusantaRun Chapter 14: Bali Series yang akan digelar pada 5–6 Desember 2026.

Tersedia dua kategori jarak, yakni 95 kilometer dan 65 kilometer dengan rute Denpasar–Karangasem. Informasi pendaftaran dapat diakses melalui nusantarun.com/registration.

Video NusantaRun Chapter 13: Bali Series dapat disaksikan melalui tautan:

Baca juga: Hyundai & Save the Children Dorong Ekonomi Sirkular, 29 Ton Plastik Berhasil Dialihkan dari Jakarta

NusantaRun
Bali Series


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Loading...