indeks
DPP Demokrat Gencar Lobi Muluskan Ruhut Jadi Ketua Komisi Hukum DPR

KBR68H, Jakarta - Petinggi Partai Demokrat ikut turun tangan untuk melobi fraksi dan partai lainnya agar menerima pelantikan Ruhut Sitompul sebagai Ketua Komisi Hukum DPR.

Penulis: Sasmito

Editor:

Google News
DPP Demokrat Gencar Lobi Muluskan Ruhut Jadi Ketua Komisi Hukum DPR
demokrat. ruhut sitompul, ketua komisi hukum DPR

 KBR68H, Jakarta - Petinggi Partai Demokrat ikut turun tangan untuk melobi fraksi dan partai lainnya agar menerima pelantikan Ruhut Sitompul sebagai Ketua Komisi Hukum DPR. Anggota Fraksi Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan, lobi-lobi tersebut akan semakin ditingkatkan menjelang dua hari pelantikan Ruhut.

Ia optimistis dengan langkah tersebut pelantikan Ruhut dapat berjalan baik tanpa pengambilan suara di Komisi Hukum. Meski begitu, Didi belum mau menjelaskan pembicaraan apa yang disampaikan Demokrat ke penentang Ruhut.

“Pembicaraan-pembicaraan dilakukan oleh pimpinan fraksi dan petinggi partai. Dilakukan pendekatan-pendekatan sehingga bisa cair. Sehingga dapat mendukung Ruhut pada akhirnya. Tentu mencari pimpinan fraksi yang ideal tidak mudah juga. Karena tiap orang ada kelebihan dan kekurangan.”ujar Didi kepada KBR68H

Sebelumnya, beberapa anggota Komisi Hukum menolak pelantikan Ruhut Sitompul menjadi Ketua. Anggota yang menolak tersebut berasal dari fraksi Hanura, Gerindra, Golkar, PKS dan PPP. Sementara PDI Perjuangan dan PAN bersikap netral dan menyerahkan pengganti Gede Pasek secara penuh kepada Demokrat.

Ruhut Sitompul ditunjuk langsung oleh Partai Demokrat menggantikan I Gede Pasek Suardika sebagai Ketua Komisi Hukum DPR. Pergantian ini setelah I Gede Pasek Suardika dipecat lantaran ikut bergabung dalam peluncuran Ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia bentukan Bekas Ketua Umum PD, Anas Urbaningrum.

Editor: Suryawijayanti 

demokrat. ruhut sitompul
ketua komisi hukum DPR

Berita Terkait


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Loading...