KPBI: Intimidasi Semakin Memperkuat Rasa Solidaritas Buruh

Meski sebelum aksi mogok diwarnai intimidasi, para buruh tetap melakukan demo. Apa yang menguatkan mereka?

Selasa, 24 Nov 2015 14:18 WIB

Foto: KBR/Bambang

Foto: KBR/Bambang

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Sejumlah buruh yang tergabung dalam Komite Aksi Upah melakukan aksi mogok secara nasional hari ini, untuk meminta Presiden Joko Widodo mencabut Peraturan Pemerintah No.78 tahun 2015 yang mengatur kenaikan upah berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Aksi mogok akan dilakukan selama empat hari kerja itu dan berlangsung di 22 provinsi. Meski sebelum aksi mogok diwarnai intimidasi, para buruh tetap melakukan demo. Apa yang menguatkan mereka?

Berikut penjelasan Ilham Syah, Pimpinan Kolektif Nasional Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia KPBI. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

PPATK Telusuri Rekening First Travel

  • Buruh PT Nyonya Meneer Ajukan Tagihan Rp98 Miliar
  • Pesawat Pengangkut Haji Arab Saudi Belum Boleh Mendarat di Qatar

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta