BPS: Indeks Kepuasan Haji 2016 Meningkat

Dibanding tahun lalu, ada delapan pelayanan yang disurvei yang mengalami peningkatan kepuasan, sedangkan satu justru mengalami penurunan.

Selasa, 15 Nov 2016 11:13 WIB

Jamaah haji tiba di embarkasi Palembang, Sumatera Selatan dari menunaikan ibadah haji 2016. (Foto: ANTARA)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks kepuasan jamaah haji Indonesia 2016 meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan indeks kepuasan jamaah haji tahun ini sebesar 83,83 persen, atau naik tipis 1,16 poin dibanding tahun lalu yang sebesar 82,67.

Dibanding tahun lalu, ada delapan pelayanan yang disurvei yang mengalami peningkatan kepuasan, sedangkan satu justru mengalami penurunan.

"Tahun 2010, indeks kepuasannya baru sekitar 81,45, naik. Tapi kemudian turun di tahun 2012 sampai 2014. Tetapi 2015 dan 2016 ini mengalami kenaikan yang lumayan signifikan. Jadi indeks kepuasan jamaah haji Indonesia pada 2016 itu sebesar 83,83 persen, ada di dalam kategori memuaskan atau di atas standar," kata Suhariyanto di kantor BPS, Jakarta, Selasa (15/11/2016).

Baca: Biaya Ibadah Haji Turun, Pemerintah Jamin Tak Ada Pengurangan Fasilitas    

Suhariyanto mengatakan, ada empat pelayanan yang mendapat penilaian sangat memuaskan atau di atas 85 oleh para jamaah haji. Pelayanan itu meliputi pelayanan petugas kloter (mendapat indeks 86,4), pelayanan transportasi bus Shalawat (indeks, 85,54), pelayanan ibadah (indeks 85,17), dan pelayanan bus antarkota (indeks 85,12).

Adapun pelayanan dengan nilai terendah, terjadi pada bus Armina yang hanya dinilai 79,85.

Apabila dibandingkan dengan tahun lalu, hampir semua pelayanan memang mengalami kenaikan. Tetapi, untuk pelayanan katering, justru mengalami penurunan 0,27 poin. Suhariyanto mengatakan turunnya indeks pelayanan catering disebabkan para jamaah haji mengeluhkan rasa makanan yang tidak sesuai dengan selera Indonesia.

Tahun ini, pemerintah memberangkatkan jamaah haji sebanyak 168.800 orang, terdiri dari 155.200 orang jemaah haji reguler dan 13.600 jemaah haji khusus atau BPIH Plus. Kloter pertama jemaah haji itu mulai diberangkatkan 9 Agustus 2016 dan pulang pada 17 Oktober 2016.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.