#16TahunKBR Radio dan Tsunami Aceh

Mempertemukan keluarga yang hilang.

Rabu, 29 Apr 2015 12:30 WIB

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Total 30 radio di Banda Aceh yang didirkan, dibangun kembali, renovasi dengan asistensi KBR serta sumbangan sejumlah mitranya. Pembangunan radio adalah salah satu cara untuk memulihkan Aceh pasca tsunami yang membutuhkan pemulihan sarana komunikasi. KBR juga membagikan radio transistor kepada para pengungsi serta membangun sumur pompa.

Langkah ini diikuti dengan membuat program khusus untuk radio-radio di Aceh “Kabar Aceh.”  Pasca bencana program ini digunakan untuk mencari sanak keluarga yang hilang, informasi bantuan hingga pengawasan proses rehabilitasi pasca bencana.

Kabar Aceh juga  memberi tempat yang sangat luas pada proses damai di Aceh.  KBR menyiarkan laporan langsung dari Helsinki, hingga reaksi masyarakat Aceh atas proses damai tersebut.

#16TahunKBR  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.