Once Mekel, saat menjadi bintang tamu

Wajah dan suaranya tak berubah, tampak awet muda  pada usianya yang sudah kepala empat. Once Mekel datang ke studio Yuhu! dengan gaya rocker, kemeja hitam lengan panjang dan celana jeans. Potongan rambut shaggy lurusnya pun masih setia seperti ketika ia menjadi model video klip untuk lagu-lagu Dewa. 

Saat bertemu dengan trio host Yuhu Sore, Chef Aiko, Soraya Larasati dan Mesty Hanita, Once terlihat tak canggung. Sepertinya ia sudah beberapa kali bertemu dengan tiga wanita yang juga berkecimpung di dunia hiburan ini. “Kok, kalian dandan semua nih?” goda Once. “Ya, kan demi menyambut Once, jadi harus dandan,” kata ketiganya kompak.

Pria bersuara serak namun lantang ini, baru saja mengeluarkan album solo kedua, Desember lalu. Nah, di Yuhu Sore, Kamis (12/03/16) bekas vokalis band Dewa ini, berbagi cerita soal musik dan kesibukannya di segmen "Seleb on Radio".

Sembari mereka  asik ngobrol, Tim Yuhu Sore pun sibuk mengabadikan gambar Once dan suasana studio sebelum siaran dimulai. Bahkan, beberapa awak redaksi KBR yang selama ini jarang “nengok” studio, hari itu mereka beramai-ramai mengintip performance Once dari balik kaca studio. Semua penasaran dengan penyanyi yang punya suara keren ini.

“Kenapa sih lama banget jarak antara album pertama tahun 2012 yang lalu dengan album solo kedua ini?” Mesty Hanita membuka obrolan usai lagu Dealova diputar.

“Saat ini bukan jaman yang mudah untuk dunia musik, di seluruh dunia, dunia musik lagi galau. Karena sulit untuk menjual musik sekarang ini, jadi harus cari saat yang tepat,” jawab pria yang mempunyai nama asli Elfonda Mekel ini. 

Meski dunia musik lagi galau, namun itu tak menyurutkan kreatifitas pria yang masuk dalam "50 Greatest Indonesian Singers" versi Rolling Stones ini, untuk menelurkan karya. Proses pembuatan lagu di album keduanya ini, misalnya, tentu saja tak langsung sekali jadi. Suami Rietma Dhanty Angelica  memberikan perumpamaan,  lagu itu seperti anak, yang bisa bertumbuh. Begitu juga dengan lagu, yang meskipun sudah jadi, tapi masih bisa diolah dan dikembangkan lagi, agar hasilnya lebih maksimal dan menjual. 

Pada album yang berjudul  INTRINSIK, pria kelahiran 21 Mei 1970 ini  berperan sebagai eksekutif produser, arranger dan penulis lagu. Genre musik, kata Once, tak terlalu berubah seperti album sebelumnya. 

“Saya bisa merasakan album ini lebih baik dari album yang lalu, salah satunya karena saya turun tangan langsung dan direkam di studio sendiri dengan dukungan alat-alat dan tehnologi yang lebih bagus, jadi ada kepuasan tersendiri,” ia menjelaskan.

Ditengah obrolan hot ini, Once juga menyanyikan “Generasi” salah satu lagu yang ada di album keduanya secara akustik.  Bahkan, sepotong lagu “Bento” milik Iwan Fals, juga ia nyanyikan. Iwan Fals, adalah salah satu musisi yang disukai Once karena lagu-lagunya yang tenar sepanjang masa. 

Siaran  seru ini mengundang interaksi pendengar Yuhu Sore yang mendengarkan di 10 kota besar di Indonesia. Mereka ngobrol langsung dengan Once melalui telepon bebas pulsa Yuhu! di 08001403131. Pendengar dari Medan, Surabaya dan Palembang, ikut ngobrol soal album Once yang baru rilis ini.

Pendengar dari Surabaya, Alex, misalnya, ia ingin tahu tentang artis lain yang terlibat dalam album INTRINSIK. “Ada lagu featuring dengan Kanda Brothers dan Gugun Blue Shelter dalam album ini,” jawab Once.

Sementara penelpon dari Palembang, Joe, yang mengaku fans berat Once, memaksa pria gagah ini menyanyikan lagu kesukaannya, Dealova.  Padahal, lagu ini sudah diputar di awal acara. Namun karena Joe baru bergabung di Yuhu Sore, jadi ia tak mendengarnya. “Ayo dong Once, dikit aja nyanyi Dealova,” kata Jo merayu. Tak ingin mengecewakan penggemarnya, Once pun akhirnya mengganti lagu Dealova dengan  menyanyikan lagu akustik “Kini Saatnya.” 

Meski belum menjual albumnya dalam versi RBT atau iTunes, namun Once tetap waspada dengan adanya pembajakan,  baik  pembajakan berupa CD (fisik) atau digital. "Itu memang fenomena. Penjualan album berkurang di seluruh dunia (akibat pembajakan-red),” ujarnya. 

Once yang aktif menyanyi sejak duduk di bangku SMP ini berharap,  peringatan Hari Musik Nasional lalu, bisa jadi momentum untuk memikirkan lagi kemajuan musik Indonesia, apalagi musisi sekarang banyak yang bergerak independen. Jadi  mereka mencari berbagai cara agar bisa survive,  berusaha untuk menjadikan musik Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Untuk menggapai semua itu, salah satunya dengan menemukan  format baru penjualan khusus format digital.

“Tapi semuanya itu berujung pada dukungan masyarakat terhadap musik yang dihasilkan, bagaimana membeli yang legal atau asli supaya para musisi tetap bergairah” pungkas Once yang menutup obrolan satu jam itu dengan menyanyikan lagu “Tak Sempurna.” 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!