Atlet Bulu Tangkis Israel Akhirnya Dapatkan Visa Indonesia

Misha Zilberman telah diberi izin masuk ke Indonesia setelah berulang kali visanya ditolak hanya karena dia orang Israel.

Selasa, 11 Agus 2015 11:01 WIB

Ilustrasi bulu tangkis. Foto: Antara

KBR - Indonesia akhirnya memberikan visa kepada pemain bulu tangkis Israel untuk bisa datang dan bertanding dalam kejuaraan dunia di Jakarta. Seperti diberitakan Associated Press, Komite Olimpiade Israel atau OCI menyatakan, Misha Zilberman telah diberi izin masuk ke Indonesia setelah berulang kali visanya ditolak hanya karena dia orang Israel.

Sekjen OCI, Gili Lustig mengatakan, Zilberman telah menunggu di Singapura selama dua minggu setelah memohon visa enam bulan lalu. Dia mengatakan, Federasi Bulu Tangkis Dunia kemudian campur tangan untuk memastikan Zilberman bisa memperoleh visa.

Israel tidak punya hubungan diplomatik resmi dengan Indonesia dan banyak negara mayoritas Muslim lainnya di dunia. Beberapa dari negara itu pada masa lalu telah menolak permintaan visa atlet Israel dan atlet keturunan Arab di Israel untuk ikut bertanding dalam sejumlah kejuaraan olahraga. (AP)

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.