3 Titik Longsor Terjang Trenggalek

Satu rumah warga rusak.

Senin, 26 Sep 2016 19:09 WIB

Rumah warga rusak akibat longsor di Trenggalek (Foto: Adhar Muttaqin/KBR)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Trenggalek- Tiga bencana tanah longsor terjadi di kabupaten Trenggalek selama sehari semalam, akibatnya jalur menuju salah satu lokasi wisata terputus dan sebuah rumah mengalami rusak parah.

Longsor pertama terjadi di Dusun Tirisan, Desa Pule, Kecamatan Pule, di lokasi ini tebing setinggi 10 meter ambrol dan menimpa rumah milik Sujianto. Timbunan material longsor menyebabkan tembok rumah jebol dan merusak sejumlah perabot rumah tangga.

Menurut Sujianto, kerusakan rumahnya cukup parah dan saat ini tidak layak untuk digunakan, mengingat beberapa bagian tembok mulai retak-retak. Saat ini seluruh anggoat keluarganya harus mengungsi ke rumah orang tua.

Lebih lanjut Sujianto menjelaskan, sebelum sebelum terjadi tanah longsor wilayah Kecamatan Pule diguyur hujan deras selama lebih dari tiga jam.

"Waktu hujan deras tiba-tiba tanahnya longsor, ini mengenai tembok dan jebol. Saat kejadian saya sedang di rumah sakit, karena ada keluarga yang sakit," katanya.

Sementara itu tanah longsor lain juga terjadi di jalur utama antar desa yang menghubungkan Desa Pule dengan Desa Puyung, Kecamatan Pule. Timbunan material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup hampir seluruh badan jalan.

Camat Pule, Edif Hayunan mengatakan, untuk proses pembersihan dua lokasi longsor di wilayah Kecamatan Pule tidak bisa dilakukan secara manual dan harus menggunakan alat berat, karena jumlah material longsor cukup banyak dan rawan terjadi longsor susulan.

"Kami sudah koordinasikan dengan dinas binamarga untuk meminjam alat berat, hanya aja alatnya terbatas, kami harus menunggu, tidak tahu kapan akan ke sini. Nanti pak Kepala Desa akan komunikasi langsung dengan Pak Bupati, karena kondisinya sangat rawan sekali," kata Camat Pule, Edif.  

Peristiwa tanah longsor terakhir berada di lajur wisata menuju Pantai Simba Ronce di Kecamatan Watulimo, volume longsor di lokasi tersebut besar dengan panjang titik longsor mencapai 30 meter dan menutup seluruh badan jalan. Akibat kejadian ini, akses menuju lokasi wisata tersebut terputus total. Proses pembersihan diperkirakan baru akan selesai selama dua hari ke depan. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

BI: Inflasi Rendah Merata di Daerah-Daerah

  • DPR Sepakat Pemerintah Batasi Kepemilikan Asing di Perusahaan Asuransi Maksimal 80 Persen
  • Menlu Korut Akan Hadiri Pertemuan Regional ASEAN
  • Transfer Pemain Dunia Disebut Mourinho Mulai Mengkhawatirkan

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.