Sukseskan Sensus Ekonomi 2016 Lanjutan

Di tahun 2017, dilaksanakan Sensus Ekonomi 2016 Lanjutan, bagaimana sensus ini akan berlangsung, simak Ruang Publik KBR

RUANG PUBLIK

Selasa, 29 Agus 2017 16:56 WIB

Author

Aris Syabani

Sukseskan Sensus Ekonomi 2016 Lanjutan

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997, tentang statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) berkew ajiban melaksanakan kegiatan sensus. Terdapat 3 jenis sensus: Sensus Penduduk, Sensus Pertanian dan Sensus Ekonomi, yang masing-masing sensus dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Sensus Ekonomi tahun 2016, menjadi sensus ekonomi keempat. Sensus Ekonomi sebelumnya dilaksanakan pada tahun 1986, 1996 dan 2006. Sensus Ekonomi tahun 2016 dilakukan dalam beberapa tahapan:  pendafaran usaha/ perusahaan, pencacahan lengkap unit usaha/perusahaan menengah dan besar (UMB) dan pencacahan sampel unit usaha/ perusahaan mikro dan kecil (UMK). Bagaimana Sensus Ekonomi 2016 berlangsung?

Narasumber:

● Yunita Rusanti, M.Stat - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa

● Dewi Kundalini Saraswati S.E - Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi DKI Jakarta 


Simak hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 30 Agustus 2017, pukul 09.00-10.00 WIB

Anda bisa menyimaknya di radio jaringan KBR dan bagi Anda yang ada di Jakarta, dengarkan melalui 104,2 MSTRI FM Jakarta atau via streaming Youtube Channel, Ruang Publik KBR dan website kbr.id atau melalui aplikasi android dan IOS search KBR Radio. Kami juga mengundang Anda yang ingin bertanya atau memberikan komentar. Anda bisa hubungi kami lewat telp bebas pulsa di 0800 140 3131. Pertanyaan juga bisa diajukan melalui pesan singkat, whatsapp di 08121188181 atau mention ke @halokbr.  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror