Kerja Pertama Gubernur Khofifah: Bersihkan Popok!

Khofifah menyebut setiap hari Jawa Timur menghasilkan 2,9 juta limbah popok sekali pakai (diapers) dan 1,2 juta diantaranya dibuang ke sungai.

BERITA , NASIONAL

Rabu, 13 Feb 2019 19:40 WIB

Author

Dwi Reinjani

Kerja Pertama Gubernur Khofifah: Bersihkan Popok!

Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (13/2/2019). (Foto: setkab.go.id)

KBR, Jakarta - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat Jawa Timur peduli dengan masalah sampah di sungai, terutama limbah popok sekali pakai (diapers).

Khofifah mengatakan salah satu program kerja non-APBD dalam 99 hari pertama adalah untuk mengembalikan fungsi sungai dan ketersediaan air bersih. Salah satunya dengan membersihkan sampah popok di sungai yang mencapai jutaan lembar popok per hari.

“Dari datanya 1,2 juta itu (popok) dibuang ke sungai. Maka kami ingin... Ada 99 jembatan yang kita ingin turun tangani. Ini yang non APBD. Saya ingin mengajak para volunteer termasuk juga CSR perusahaan.. Kita butuh tempat-tempat sampah seperti truk atau tronton... Kita ingin pastikan itu ada di 99 jembatan,” ujar Khofifah kepada wartawan usai pelantikan gubernur di Istana Merdeka, Rabu (13/2/2019).

Khofifah menyebut setiap hari Jawa Timur menghasilkan 2,9 juta limbah popok sekali pakai (diapers) dan 1,2 juta diantaranya dibuang ke sungai.

Khofifah akan memastikan ketersediaan tong sampah atau truk sampah di setiap jembatan. Menurutnya, limbah popok terbanyak ditemukan di bawah jembatan.

“Saya ingin pastikan truk-truk itu ada di 99 jembatan. Jadi saat ada kegiatan Car Free Day kita bisa sama sama-sama membersihkannya. Lebih dari itu kita berharap diapers yang sudah dipakai tidak lagi dibuang ke sungai," kata Khofifah.

Adapun kegiatan gotong royong dari masyarakat, volunteer dan perusahaan itu  ia sebut dengan adopsi sungai. Dimana adopsi berarti merawat sungai agar kembali ke fungsi awalnya.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RUANG PUBLIK

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Aktif di Dunia Maya, Perempuan Rentan Radikal

Mau Lawan Bullying? Mari Kembali ke Keluarga

Kabar Baru Jam 18