covid-19
ADVERTORIAL

Pemanfaatan Aplikasi SOBAT TB tingkatkan Temuan Kasus Tuberkulosis

Aplikasi ini juga dapat menjadi sarana bagi masyarakat, pasien, komunitas, organisasi pasien, dan petugas kesehatan untuk berbagi informasi dalam meningkatkan layanan TBC di seluruh Indonesia

RAGAM

Kamis, 11 Nov 2021 09:41 WIB

Pemanfaatan Aplikasi SOBAT TB tingkatkan Temuan Kasus Tuberkulosis

Ilustrasi: Yayasan KNCV Indonesia (YKI) dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat USAID mengembangkan aplikasi SOBAT TB

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia, Berdasarkan Global Tuberculosis Report 2021, Indonesia menjadi negara dengan beban TBC ketiga terbesar di dunia setelah India dan Cina, dengan estimasi sebanyak 824.000 kasus baru per tahun.

Dari estimasi tersebut, pada tahun 2020 ditemukan sebanyak 384.025 kasus atau sekitar 47% dari estimasi kasus. Capaian penemuan kasus ini menurun drastis dari tahun sebelumnya (67%), akibat dari dampak pandemi COVID-19. ituasi ini tentu menjadi hambatan dalam merealisasikan visi eliminasi TBC di tahun 2030.

Mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tuberkulosis nasional, Yayasan KNCV Indonesia (YKI) dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat USAID mengembangkan aplikasi SOBAT TB dan diresmikan pada peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia pada Maret 2021.

Pamela Foster, Direktur Kantor Kesehatan USAID menyatakan bahwa Amerika Serikat melalui USAID mendukung pemerintah Indonesia guna mencapai target eliminasi TBC. SOBAT TB hasil kerjasama YKI dan USAID dapat menjangkau 60.000 pengguna di 14 provinsi dan akan berkontribusi dalalm meningkatkan deteksi dan pengobatan penyakit TBC. 

Aplikasi ini dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi TBC yang akurat, mengakses layanan serta melakukan deteksi dini melalui fitur skrining mandiri.

Fitur skrining ini membantu dalam penemuan kasus secara pasif-intensif di layanan kesehatan, maupun secara aktif-masif di masyarakat melalui kegiatan kontak investigasi. Melalui aplikasi ini diharapkan dapat mendorong peningkatan penemuan kasus TBC di masyarakat.

Aplikasi SOBAT TB

”Aplikasi ini juga dapat menjadi sarana bagi masyarakat, pasien, komunitas, organisasi pasien, dan petugas kesehatan untuk berbagi informasi dalam meningkatkan layanan TBC di seluruh Indonesia,” ujar dr. Jhon Sugiharto, MPH, Direktur Eksekutif Yayasan KNCV Indonesia.

Demi mengimplementasikan hal ini, YKI akan melakukan kegiatan TB Recovery Plan Mandiri-TB melalui dukungan pendanaan oleh USAID untuk pemanfaatan SOBAT TB sebagai media informasi dan skrining mandiri di 43 kabupaten/kota di 14 provinsi. Kegiatan ini akan diawali dengan pertemuan kick-off program. Dalam pertemuan ini akan disepakati mekanisme koordinasi dan tahapan pelaksanaan kegiatan dengan pemangku kepentingan terkait pemanfaatan SOBAT TB sebagai media informasi dan skrining mandiri untuk membantu penemuan kasus TBC di masyarakat.

Baca juga: MANDIRI-TB untuk dukung Pencapaian Strategi Nasional Pengendalian TB di Indonesia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - RAGAM

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Popsiklus, Pemain Lama Bisnis Daur Ulang yang Makin Relevan